SAAT sedang berkebun di Distrik Apalapsili, Mace atau Ibu Yuliana Yere, 52 tahun, tiba-tiba tersabet parang oleh dirinya sendiri. Luka di tangan cukup serius, membuatnya kesulitan dan butuh pertolongan segera.
Mendengar kabar itu, personel Satgas Yonif 521/DY langsung bergerak cepat. Pertolongan pertama diberikan di lokasi, luka dibersihkan, pendarahan dihentikan, dan dilakukan penjahitan sebanyak 7 jahitan agar infeksi tidak terjadi dan penyembuhan lebih cepat. Seluruh tindakan dilakukan dengan prosedur kesehatan lapangan yang aman dan profesional.
Mace menyampaikan rasa terima kasihnya. “Sangat bersyukur atas bantuan bapak-bapak TNI. Respon cepat ini membuat saya tenang,” ujar Yuliana.
Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa TNI selalu hadir untuk masyarakat, khususnya di daerah terpencil yang minim fasilitas kesehatan. “TNI berupaya menjembatani kesenjangan pelayanan kesehatan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ungkapnya.
Di banyak kampung di Papua, pos-pos TNI menjadi andalan warga untuk mendapatkan pertolongan medis darurat atau konsultasi kesehatan dasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) oleh Satgas Yonif 521/DY. Demikian keterangan tertulis Prajurit Macan Kumbang yang diterima Insertrakyat.com sebelum berita ini disiarkan pada Rabu, 7 Januari 2025.
Kontributor: Johan





















