Jakarta, InsertRakyat.com — Di tengah dinamika sosial dan bencana alam yang sedang melanda masyarakat, kehadiran Institusi Polri menjadi tolok ukur kredibilitas dan efektivitas lembaga negara. “POLRI UNTUK MASYARAKAT“, seantero negeri tahu maknanya.
Hal tersebut dikemukakan oleh Anwar, seorang mahasiswa, saat ditemui Jurnalis Insertrakyat.com, Syamsul, di Jakarta Selatan pada Senin (1/12/2025).
Di tempat terpisah, Iptu Oon Kurnia Illahi, S.H., Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Solok Kota, kinerjanya menegaskan paradigma kepolisian modern yang humanis, profesional, dan berbasis komunitas melalui aksi turun langsung membantu warga membersihkan jalan pascabanjir di Kecamatan Kubung, sejak Minggu (30/11/2025) pagi hingga tuntas.
Adapun diketahui, Kegiatan yang diprakarsai (Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) dan dipimpin Iptu Oon Kurnia ini telah berlangsung empat hari pascabanjir bandang, dengan 150 anggota turun ke lapangan kecuali yang rumahnya terdampak, memprioritaskan pemulihan fasilitas umum seperti jalan, tempat ibadah, dan sekolah.

Dokumentasi visual aksi sosialnya yang cepat tersebar di ruang publik menambah kesan atas praktik “Polisi Masyarakat” (community policing), berbasis empati dan mitigasi risiko, sekaligus memperkuat indeks kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Hal tersebut menjadi laporan hasil pantauan Dioni Arvona, Jurnalis Insertrakyat.com di Solok, Sumatera Barat (Sumbar) hingga Senin malam.
Sebelumnya, kata Anwar, sore tadi, tindak lanjut tersebut merupakan implementasi empati sosial institusi Polri. Kasat Reskrim turun langsung memimpin pembukaan akses jalan, bahkan tak segan mengoperasikan alat berat.
Hasilnya, aktivitas yang sebelumnya lumpuh kembali dapat diakses masyarakat. “Hari ini saya ingin mengatakan bahwa pernyataan saya ini bukan semata apresiasi, tetapi pelajaran berharga dari peristiwa tersebut yang dapat dipetik bersama. Tentu membuat saya cemburu. Seharusnya saya juga ada di sana membantu masyarakat,” ujar Anwar.
“Iptu Oon Kurnia hadir di tengah masyarakat untuk menurunkan risiko sosial sekaligus meningkatkan resiliensi komunitas,” imbuh Anwar.
Sebenarnya memang, rekam jejak profesional Iptu Oon Kurnia turut menguatkan kredibilitasnya. Sebagai mantan Kasat Resnarkoba Polres Solok, ia juga pernah menangani rentetan kasus kejahatan yang menghebohkan publik
Benar saja, dalam pada itu, Iptu Oon Kurnia berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana di Tanah Garam dalam waktu kurang dari 24 jam. Realita ini menunjukkan kemampuan profiling forensik, analisis intelijen kriminal, dan respons operasional cepat yang dimilikinya.
Di satu sisi, pengalaman tersebut menjadi mesin strategis dalam memimpin unit Reserse Kriminal, termasuk koordinasi tim multidisipliner untuk menangani kasus kompleks dan situasi darurat, hingga kebencanaan di wilayah hukum. Ia juga tidak kaku dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan wartawan. Ia memiliki respon [akurat] dan tidak bertele-tele saat memberikan informasi publik.
Di sisi lain, kemampuan teknis Iptu Oon Kurnia mendorongnya aktif mempraktikkan human-centered policing melalui program “Police Go to School”, dengan tujuan memupuk kedisiplinan, patriotisme, dan pendidikan karakter generasi muda.
Senafas jika ditarik dari peristiwa sebelumnya, Anwar menyatakan bahwa aksi heroik Iptu Oon Kurnia, pascabanjir merupakan bentuk situational leadership dari sosok diri (seorang) polisi.
“Polisi [Oon Kurnia] hadir tepat saat masyarakat membutuhkan, mengoptimalkan mitigasi krisis, dan sekaligus memperkuat persepsi nasional terhadap profesionalisme Polri,” jelasnya.
Sejak dilantik sebagai Kasat Reskrim Polres Solok Kota pada 8 Januari 2025, Iptu Oon Kurnia menerapkan konsep kerja yang jitu, humanis, dan presisi.
Mulai dari kesiapan operasional berbasis data internal dan eksternal, hingga koordinasi antar unit, menjadikannya figur kepemimpinan multidomain yang adaptif di era modern.
“Konsep elastisitas ini membuktikan bahwa kombinasi aksi lapangan, kompetensi teknis, dan kepekaan sosial mampu meningkatkan legitimasi sosial serta citra Polri di mata masyarakat nasional. Semoga dapat terus ditingkatkan dan setidaknya dipertahankan oleh Iptu Oon Kurnia, mengingat Polri kini berada dalam momen Reformasi, dan banyak menerima saran dan kritik masyarakat,” harap Anwar.
Lantas, secara gamblang, Arni, seorang sarjana hukum, dalam kesempatan terpisah mengemukakan bahwa esensi dari slogan POLRI UNTUK MASYARAKAT adalah integritas, profesionalisme, dan humanisme yang konsisten. “Ini harus terus melekat pada tubuh Institusi Polri, kita semua memberikan dukungan terhadap polri,” ucapnya.
Kendati demikian, publik kini menempatkan sosok diri Iptu Oon Kurnia Illahi sebagai figur Polri modern yang inspiratif.
Lengkapnya, sebut Arni, Iptu Oon Kurnia hadir bagi masyarakat, sigap menghadapi tantangan kriminalitas maupun bencana dengan presisi dan kepemimpinan visioner.
Ketika ditanya wartawan, Kasat Reskrim Polres Solok Kota, Iptu Oon Kurnia Illahi, S.H., setelah turun langsung memimpin pembersihan jalan yang tertutup lumpur dan material pascabanjir, ia menjawab (dengan menyampaikan) bahwa, “benar”, kemarin Polres bersama pemerintah daerah mengerahkan alat berat.
Selain itu, mengarahkan personel untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan aman. “Polri (kami,–red) hadir mempercepat pemulihan akses untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” tuturnya.
“Sejumlah ruas kini mulai dapat dilalui, sementara personel tetap disiagakan untuk pengaturan arus dan antisipasi banjir susulan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini sehingga berjalan lancar dan kondusif, sekali lagi terima atas dukungan brother jurnalis yang menyebarkan berita independen,” tambah Iptu Oon Kurnia seraya menutup pernyataan tegasnya.






















