YOGYAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Mahkamah Agung Republik Indonesia kembali menunjukkan sikap tegas dalam perang melawan korupsi dengan tampil strategis dan aktif pada Pameran Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Benteng Vredeburg, Yogyakarta, selama 6–9 Desember 2025.

Partisipasi ini adalah penegasan komitmen Mahkamah Agung dalam mendorong pencegahan dan pemberantasan korupsi secara sistematis dan berkelanjutan di lingkungan peradilan. Melalui Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Urusan Administrasi (BUA), Mahkamah Agung membuka booth pelayanan publik yang menyuguhkan informasi mendalam terkait layanan peradilan, kebijakan antikorupsi, hingga penguatan budaya integritas aparatur peradilan.

Booth Mahkamah Agung dirancang interaktif dan komunikatif, menjadi ruang edukasi publik tentang peran strategis lembaga yudikatif dalam menjaga marwah hukum dan keadilan. Kehadiran booth ini sekaligus memperlihatkan keterbukaan Mahkamah Agung dalam membangun dialog langsung dengan masyarakat.

Mengusung tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”, HAKORDIA 2025 menghadirkan beragam agenda penting, mulai dari diskusi publik, seminar, gelar wicara, lokakarya tematik, hingga integrity expo yang melibatkan puluhan kementerian dan lembaga negara. Mahkamah Agung menjadi salah satu institusi yang konsisten mengisi ruang-ruang strategis tersebut.

Sejak 2018, Mahkamah Agung tercatat tidak pernah absen dalam rangkaian HAKORDIA yang diinisiasi KPK. Konsistensi ini menegaskan bahwa penguatan integritas dan pemberantasan korupsi telah menjadi agenda permanen lembaga peradilan, bukan sekadar respons situasional.

Respons publik terhadap booth Mahkamah Agung terbilang tinggi. Hingga hari ketiga pameran, sekitar 1.700 pengunjung memadati booth tersebut. Mereka datang dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, masyarakat umum, hingga aparatur peradilan, untuk menggali informasi seputar layanan peradilan dan strategi Mahkamah Agung dalam membangun sistem hukum yang bersih dan berwibawa.

Booth Mahkamah Agung juga mendapat perhatian para pimpinan peradilan di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta, Wakil Ketua Pengadilan Militer II–11 Yogyakarta, serta jajaran aparatur pengadilan se-DIY. Kunjungan tersebut menegaskan dukungan internal terhadap agenda integritas yang diusung Mahkamah Agung.

Apresiasi pun datang dari Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, yang menilai komitmen Mahkamah Agung dalam memperkuat integritas peradilan semakin nyata dan berdampak.
“Semoga Mahkamah Agung semakin berintegritas, semakin sukses, dapat menegakkan hukum, dan mewujudkan peradilan yang agung,” ujarnya.

Pameran HAKORDIA 2025 terbuka untuk umum dan dapat diakses secara gratis. Lewat keikutsertaan aktif ini, Mahkamah Agung menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran publik, memperkuat sinergi antar lembaga, serta memastikan peradilan Indonesia berdiri kokoh di atas nilai integritas dan kepercayaan masyarakat.

Penulis: Syamsul Bahri Ketua Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung  (FORSIMEMA-RI)