SINJAI, INSENRTRAKYAT.comAbas Kelana  resmi ajukan aduan atau laporan kepada Polisi di Markas Komando (Mako) Polres Sinjai yang berlokasi di Jalan Bhayangkara No. 2, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kemarin, Abas melaporkan “kasus” seorang Sandro (Dukun) inisial R yang berdomisili di Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai.

Laporan Abas (panggilan akrab) mengenai buntut “Mantra Keselek Tulang Ikan hingga Video Viral Sendal Jepit yang dalam beberapa hari terakhir menjadi perbincangan Masyarakat Sinjai termasuk tokoh agama dalam hal ini Ustadz Fadel, yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sinjai. Beliau sangat menyayangkan praktik perdukunan yang beredar luas dalam video viral sejak bulan Maret hingga April saat ini.

Dalam video pertama soal Mantra Keselek tulang ikan, seorang dukung inisial R terlihat dalam sebuah ruangan rumah semi permanen. Ia bersama sejumlah orang dewasa yang didominasi kaum hawa. Mereka lalu bertanya kepada Sanro.

“Kalau keselek tulang ikan bagaimana cara diobati, (Naddekki kabuttu bale, – bahasa Bugis),” seru pertanyaan sejumlah orang yang terlihat serentak duduk menunggu mantra dari Sanro.

Tak berselang lama kemudian, Sanro lalu mempraktikkan skema pengobatan bagi orang yang sedang mengalami “[keselek tulang ikan]” dimaksud dicontohkan.

“Bismillah Rahmani Rahim” bunyi suara Sanro berbaju wana putih, yang kemudian disusul mantra menggunakan bahasa daerah Bugis dengan nada kata “Som*** & Las***” (Senjata rahasia yang dimiliki setiap diri Wanita dan Pria, arti bahasa Indonesia).

Video amatir berdurasi singkat itu pun viral di Platform media sosial seperti Facebook; InsertRakyat.com melihat video pertama dalam Postingan Akun “WartaSinjai”.

Banyak netizen dan masyarakat menilai hal tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang yang dijuluki “Tau Macca” atau dukun dimuka umum, apalagi dalam praktik non medis secara terbuka yang dapat didengar dan diakses oleh anak – anak hingga  Masyarakat luas melalui jejaring digital.

Belum kering diingatan Masyarakat terkait dengan viral Mantra Keselek tulang ikan. Viral juga Sandal Jepit berwarna hijau apel diinjak Sanro sambil mempraktikkan gerakan menyerupai orang Shalat. Dalam video itu, Sanro juga terlihat mengenakan Sarung, Baju warna hitam dipandu dengan songkok Recca khas Bugis.

Polres Sinjai sebenarnya telah menyikapi persoalan ini. Kasat Reskrim, Iptu Adi Asrul telah meminta Sanro untuk membuat video klarifikasi sebagai bagian permintaan maaf kepada Masyarakat. Ustaz Fadel juga telah menerima kunjungan Spesial dari Sanro bersama keluarga. Info dan dokumentasi video soal pertemuannya pun dia bagikan melalui platform media Facebook. Sanro R minta maaf kepada Ustadz Fadel setelah sebelumnya Ustadz Fadel menyarankan untuk bertaubat. Permintaan maaf tersebut diterima oleh Ustadz Fadel. Selebihnya juga sebagian masyarakat memahami kekeliruan yang terlanjur terjadi khusus pada video mantra keselek tulang ikan. Namun puncak diskusi masyarakat kembali mendominasi setelah video Sandal jepit menyusul Viral. Abas Kelana pun tak segan menanggapi dengan tegas. Ia kemudian melaporkan langsung ke Kantor Polres Sinjai.

BACA JUGA :  Breaking News: Penanaman Jagung Nasional Dipusatkan di Sinjai, Kapolda Sulsel Diwakili Karo SDM Kombes Pol Aris Haryanto

Abas Kelana Sendiri merupakan Warga Kabupaten Sinjai, Ia berdomisili di Desa Saeotanre, Kecamatan Sinjai Tengah.

Mengenai laporan Abas Kelana, awal mula diketahui melalui unggahan akun Facebook  “Abas”. Dilihat InsertRakyat.com pada Rabu, (1/4/2026). Akun Abas memiliki pengikut 2,4 K dengan jumlah postingan aktif 1,6 K. Akun Abas juga berteman mengikuti 731. Selebihnya Informasi yang berhasil diketahui InsertRakyat.com sampai hari ini. Abas Kelana juga merupakan Pimred Media Pers Online Karebanasulsel.id dibawah Naungan “PT.POROSRAKYAT MULTI UTAMA”

Postingan berita terbaru portal Karebanasulsel.id memuat berita Tentara Nasional Indonesia TNI Angkatan Darat melati para Kades yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahayanto Mazda. Dengan Judul “Wakil Bupati Sinjai Hadiri Pembukaan Latsarmil Komcad ASN 2026 di Gowa”.

Lantas apa yang menguatkan bahwa individu yang dilaporkan oleh Abas Kelana ke Polres Sinjai adalah Sanro yang aktif melakukan praktik pengobatan non medis?. Berdasarkan penelusuran lebih dalam oleh Wartawan di Sinjai. Sejumlah orang dari berbagai daerah memberi pengakuan di muka publik. Mereka mengaku sembuh dari sakit yang dideritanya. Bahkan informasi itu sempat trending dalam berita media online yang dikelola oleh DPD AMJI-RI (Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia), Elang Suganda “Paparazziindo.com” 30 Maret 2026.

Warga Sulawesi Tengah, Rusna, (60), Warga Makassar, Fendi (53) dan Warga Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur. Mereka mengaku sembuh setelah berobat atau diobati oleh Dukun, inisial R.

Jarak tempuh Sulawesi Tengah dengan Sinjai Sulawesi Selatan berkisar sekitar 28 Jam paling cepat menggunakan kendaraan roda empat dengan melintasi ratusan kilometer pada sejumlah otonom, kabupaten/kota termasuk Kota Palopo. Dari sana Rusna berangkat ke rumah Dukun untuk berobat, setelah diobati ia mengaku sembuh. Adapun Fendi di Kota Makassar awalnya menderita saraf kejepit. Dalam pengakuannya ia juga sembuh demikian pula tak ketinggalan Warga Salohe, Dira pun memberi pengakuan sembuh. Meskipun telah memberikan pengakuan sembuh ke pada publik luas, tiga Pasien ini belum diambil keterangannya oleh polisi. Artinya mereka tidak termasuk dari bagian dalam video viral soal keselek tulang ikan dan video kedua.

BACA JUGA :  MPC Pemuda Pancasila Sinjai Gelar Anjangsana dan Sosialisasi Anti-Narkoba, Diapresiasi Kepala Rutan Sinjai

Mengenai Laporan Abas Kelana, belum ada kabar resmi dari Polres Sinjai menyebutkan bahwa terlapor telah diperiksa atas laporan tersebut. Laporan Abas Kelana ditujukan pada Unit Satreskrim Polres Sinjai.

Publik Nasional tercengang, Media arus utama memberitakan dengan judul “Viral  Ritual Pengobatan Dukun di Sinjai Mirip Gerakan Salat” [cnnindonesia.com  31/3/2026].

Kasat Reskrim Iptu Adi Asrul menegaskan segera memanggil Dukun untuk dimintai Keterangan terkait persoalan tersebut, dikutip media ini sesaat lalu.

Kendati demikian, Abas Kelana dalam hal ini telah melaporkan kasus tersebut. Dan ia selaku Masyarakat Sinjai telah berupaya dihubungi oleh InsertRakyat.com namun belum memberikan jawaban, demikian pula Humas Polres Sinjai masih diupayakan untuk dikonfirmasi kembali soal Jadwal pemeriksaan “Dukun.”

Cara Menghilangkan Tulang Ikan di Tenggorokan Secara Aman, Ini Penjelasan Medis yang Tepat

Insiden tulang ikan tersangkut di tenggorokan masih kerap terjadi di tengah masyarakat dan sering ditangani secara spontan tanpa pemahaman medis yang memadai.  Dengan berbasis medis terkait cara aman mengatasi kondisi ini, sekaligus mengingatkan potensi risiko jika ditangani secara keliru.

Dalam praktik medis, tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan dapat menimbulkan sensasi mengganjal, nyeri saat menelan, hingga kesulitan menelan. Kondisi ini tidak boleh diabaikan, sebab dalam kasus tertentu dapat memicu luka pada jaringan tenggorokan hingga infeksi.

Gejala Klinis yang Umum Terjadi

Secara umum, pasien dengan tulang ikan tersangkut akan merasakan:

  • Sensasi benda asing di tenggorokan
  • Nyeri saat menelan
  • Rasa tidak nyaman yang menetap
  • Sulit menelan makanan atau minuman

Jika gejala berkembang menjadi nyeri hebat, perdarahan, atau gangguan napas, kondisi tersebut masuk kategori yang memerlukan penanganan medis segera.

BACA JUGA :  Ternyata Mahkamah Agung Tolak PK, Berujung Eksekusi Tanah dan Bangunan di Balangnipa, Ini Kata PN Sinjai

Penanganan awal dapat dilakukan secara mandiri di rumah, dengan catatan tidak ada tanda bahaya. Berikut metode yang dianjurkan secara medis:

1. Batuk Secara Terkontrol
Refleks batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing. Batuk ringan dan terkontrol dapat membantu memindahkan duri dari posisi tersangkut.

2. Menelan Makanan Bertekstur Lembut
Makanan seperti nasi hangat yang dipadatkan, roti yang dilembutkan, atau pisang dapat membantu “mendorong” tulang ikan ke lambung. Cara ini efektif untuk duri berukuran kecil dan tidak tertancap dalam.

3. Konsumsi Air Putih Secara Bertahap
Air putih membantu melancarkan pergerakan tulang ke saluran pencernaan. Disarankan minum secara perlahan untuk menghindari risiko tersedak.

4. Tidak Menggunakan Alat Bantu
Upaya mengambil tulang dengan tangan atau benda seperti sendok dan sumpit tidak dianjurkan. Tindakan ini berisiko mendorong duri lebih dalam serta melukai dinding tenggorokan.

5. Berkumur Air Hangat
Berkumur dapat membantu meredakan iritasi ringan, meski tidak selalu mengeluarkan tulang secara langsung. Metode ini bersifat pendukung, bukan solusi utama.

Batas Aman Penanganan Mandiri

Penanganan di rumah hanya berlaku jika:

  • Duri/tulag berukuran kecil
  • Tidak ada nyeri hebat
  • Tidak terjadi perdarahan
  • Tidak ada gangguan napas

Jika dalam beberapa jam keluhan tidak membaik, langkah medis harus segera diambil.

 Pemeriksaan medis menjadi prioritas apabila:

  • Tulang terasa besar atau menusuk dalam
  • Nyeri semakin intens
  • Terjadi perdarahan
  • Leher tampak membengkak
  • Muncul kesulitan bernapas

Dalam penanganan klinis, dokter umumnya menggunakan alat khusus untuk mengambil tulang secara aman dan presisi, sehingga meminimalkan risiko luka lanjutan.

Risiko Jika Diabaikan

Mengabaikan kondisi ini dapat berdampak serius, antara lain:

  • Luka pada tenggorokan
  • Infeksi
  • Peradangan
  • Komplikasi lebih lanjut jika duri masuk lebih dalam

Adanya pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan tidak lagi melakukan tindakan berisiko yang justru memperparah kondisi, demikian pesan dr. Gracia Fensysta dikutip dari Akun Resmi Kemenkes RI, Rabu pagi.

Get important and interesting news through digital platforms—follow WhatsApp Channel, Facebook, TikTok, YouTube, X, and Instagram at INSERTRAKYAT.com. Whatever the news, Facts Speak, People Judge

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214