MENIKMATI kopi bagi sebagian besar masyarakat Manggarai adalah suatu kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Kopi seolah menjadi identitas bagi masyarakat Manggarai. Kekhasan dari masyarakat Manggarai adalah menikmati kopi tanpa gula (kopi pahit). Hal ini bagi kebanyakan orang adalah sesuatu yang ganjil, karena kopi lazimnya dicampur dengan gula, susu dan lain sebagainya. Wilayah Manggarai terdiri dari tiga kabupaten yaitu Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat, ketiga kabupaten ini termasuk dalam kabupaten Nusa Tenggara Timur. Wilayah Manggarai ini terkenal dengan hasil kopinya yang terbanyak di wilayah Nusa Tenggara Timur. Sebut saja wilayah Colol di kabupaten Manggarai Timur yang menghasilkan berbagai jenis kopi yang berkualitas tinggi seperti kopi Arabika, kopi Juria, kopi Columbia dan kopi Robusta. Wilayah ini hanyalah salah satu dari berbagai wilayah yang menjadi penghasil kopi dari tiga kabupaten di wilayah Manggarai. Wilayah ini dinobatkan sebagai penghasil kopi di Nusa Tenggara Timur bahkan hasil kopinya sangat mendunia.

Kopi sebagai gaya hidup

Menikmati kopi bagi sebagian orang adalah suatu bentuk gaya hidup. Tempat kita menyeruput secangkir kopi sangat menentukan identitas kita, hal ini membuat orang berlomba-lomba mengunjungi cafe-cafe kopi terkenal dan ternama. Ada sebagian orang yang benar-benar ingin menikmati kopi sambil melepas lelah setelah bekerja. Namun, ada sebagian orang yang hanya ingin menunjukkan identitasnya kepada orang lain melalui media sosial. Menikmati kopi bukan lagi menjadi tujuan utama dari mengunjungi cafe-cafe kopi, melainkan berfoto, lalu mengunggahnya ke media sosial. Secangkir kopi yang ada di depan mata bukan lagi untuk dinikmati melainkan hanya menjadi objek foto yang mesti dilihat banyak orang. Kita tidak bisa menyalahkan orang-orang yang demikian, karena setiap kita mempunyai cara tersendiri untuk menikmati kopi.

BACA JUGA :  Polisi Gagalkan Bisnis Komodo Ilegal Jaringan Thailand 2026

Ada sebagian orang lagi yang menjadikan kopi sebagai minuman yang bisa menambah semangat dan konsentrasi saat bekerja, bekerja tanpa kopi akan sangat sulit untuk dilakukan. Kopi bagi orang-orang demikian dinikmati di tempat-tempat sederhana, seperti warung kopi pinggir jalan, kopi yang dijual oleh pedagang keliling. Kopi menjadi pemberi semangat bagi kebanyakan orang ini, apalagi bila dinikmati dengan sebatang rokok.

Kopi menjadi bentuk gaya hidup bagi kebanyakan orang baik kelas atas maupun kelas menengah ke bawah. Kopi dan dimana tempat kita menikmatinya, sangat menentukan siapa kita di mata orang lain.

Kopi pahit sebagai identitas orang Manggarai

Minuman kopi adalah minuman yang dikonsumsi oleh sebagian besar orang di muka bumi ini, mulai dari kelas atas hingga kelas menengah ke bawah. Banyak orang merasa tidak lengkap, bila dalam sehari tidak menikmati secangkir kopi. Kopi menjadi bagian dari menu yang perlu dinikmati dalam sehari.

Setiap kali saya mengunjungi daerah baru, orang pasti akan menawari saya kopi tanpa gula, ketika mereka mengetahui saya berasal dari daerah Manggarai. Hal ini membuat kesimpulan seolah-olah masyarakat Manggarai menyukai kopi tanpa terkecuali. Anggapan bisa dibenarkan karena wilayah Manggarai terkenal dengan hasil kopi yang cukup banyak untuk wilayah Nusa Tenggara Timur dan bahkan untuk dunia. Bagi masyarakat Manggarai secangkir kopi tidak cukup untuk satu hari, banyak orang mengonsumsi lebih dari satu cangkir dalam satu harinya. Kopi yang diminum juga adalah kopi pahit. Kekhasan ini yang membuat orang Manggarai dikenal dengan pencinta kopi sejati. Kebiasaan mengonsumsi kopi pahit ini ada sejak nenek moyang orang Manggarai. Di wilayah Manggarai, kopi menjadi minuman utama saat ada hajatan besar seperti acara adat, pertemuan, pesta nikah dan lain sebagainya. Ketika bertamu, kita akan sangat jarang menemukan jus, teh atau minuman yang lainnya yang lazimnya disuguhkan saat kita bertamu, tuan rumah pasti menyediakan kopi bagi para tamu yang datang.

BACA JUGA :  Polisi Gagalkan Bisnis Komodo Ilegal Jaringan Thailand 2026

Adakalanya, kopi dibuat dalam teko yang berukuran besar, sehingga bagi yang hendak menikmatinya dapat segera meminumnya. Hal ini juga bertujuan agar siapa saja yang ingin menikmati kopi lebih dari secangkir dapat segera mendapatkannya tanpa harus menunggu lama.

Kopi pahit juga menjadi tanda bahwa kita menikmati apa yang disediakan oleh alam secara langsung, tanpa campuran dengan bahan-bahan lain. Kopi pahit adalah identitas orang-orang Manggarai yang akan selalu dijaga dan diwariskan secara turun-temurun.

BACA JUGA :  Polisi Gagalkan Bisnis Komodo Ilegal Jaringan Thailand 2026

Kebiasaan ini saat ini mulai diikuti sebagian orang yang sebelumnya selalu mencampur kopi dengan gula. Hal ini dianggap mengurangi risiko diabetes yang sangat mematikan itu. Mengonsumsi kopi pahit tidak membuat kita kesulitan tidur, melainkan kita bisa tetap tidur pada waktunya. Kebiasaan ini, perlu dijaga sebagai bentuk kekhasan atau identitas kita sebagai orang Manggarai.

Bagi tamu yang tidak biasa menikmati kopi pahit, biasanya akan disediakan kopi tanpa gula, tetapi gula disiapkan di wadah lain. Hal bertujuan agar seorang yang hendak menikmati kopi dapat menakar sendiri tingkat kemanisan dari kopinya sesuai dengan selera. Hal ini efektif untuk tidak membuang-buang kopi dengan alasan terlalu manis dan lain sebagainya.

Biodata

Saya Afri Juang, biasa dipanggil Juang. Saya berasal dari Flores, tepatnya di Kabupaten Manggarai Timur. Sekarang saya berdomisili di Maumere dan saya adalah seorang mahasiswa di IFTK Ledalero, Maumere, NTT. Saya banyak menulis di media online karena saya percaya tulisan saya dapat bermanfaat bagi orang yang membacanya. Bagi saya ketika saya menulis dan dibaca oleh orang lain, saya sudah berbuat baik dengan memperkaya pengetahuan dari para pembaca. Tulisan yang sudah saya buat juga, dapat menjadi bukti bahwa saya pernah hidup dan mencoba meninggalkan kenangan lewat tulisan-tulisan saya itu.

 

Follow whatsapp channeldan Dapatkan berita terbaru

💬 Laporkan ke Redaksi