DELI SERDANG, — Pejabat Kantor BKPSDM Kabupaten Deli Serdang menegaskan proses kenaikan pangkat ASN berlangsung transparan, profesional, dan tanpa pungutan liar. Penegasan disampaikan dalam konferensi pers di Ruang Kominfo, Jumat (31/10).

Konferensi pers dipimpin Plt. Kadis Kominfostan Anwar S. Siregar, didampingi Kabid Mutasi dan Promosi BKPSDM Ahmad Junaidi NST, serta PLH Kabid Pengembangan Kompetensi Aparatur Agung Tritantyo. Klarifikasi ini disampaikan untuk merespons isu pungli yang beredar di media sosial terkait seorang bidan ASN, Farida Deliana Purba, dari UPT Puskesmas Percut Sei Tuan.

BACA JUGA :  Sudah Siap Dilantik, Ribuan PPPK Paruh Waktu Deli Serdang Tiba-Tiba Diminta Pulang, Ini Penjelasan Resminya

“Kita luruskan, Farida mengikuti Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat di BKN Regional VI Medan, bukan di BKPSDM Deli Serdang,” jelas Agung. Ia menegaskan Farida tidak lulus karena tidak memenuhi nilai ambang batas kelulusan yang ditetapkan BKN dan Pemkab. Nilai Farida tercatat 225 dari total 500, terdiri dari TWK 75, TKP 10, TIU 85, dan TSI 55.

BACA JUGA :  Sudah Siap Dilantik, Ribuan PPPK Paruh Waktu Deli Serdang Tiba-Tiba Diminta Pulang, Ini Penjelasan Resminya

“Nilai ini menunjukkan yang bersangkutan tidak lulus. Maka tuduhan pungli tidak benar. Rilis nilai juga live,” ujarnya. Agung menjelaskan, pada UPKP 2025 terdapat 81 peserta dari Deli Serdang, namun hanya 23 yang lulus sesuai ketentuan. Proses berlangsung melalui CAT BKN Medan dengan hasil real time dan terbuka.

BKPSDM menegaskan hanya memfasilitasi administrasi, sementara seluruh proses ujian dilakukan BKN. Menjawab kemungkinan keterlibatan oknum, Agung menyatakan pihaknya akan meminta Inspektorat melakukan penelusuran demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik.

BACA JUGA :  Sudah Siap Dilantik, Ribuan PPPK Paruh Waktu Deli Serdang Tiba-Tiba Diminta Pulang, Ini Penjelasan Resminya

Di akhir konferensi pers, BKPSDM menegaskan komitmen pelayanan kepegawaian tanpa biaya dan sesuai aturan. Hal ini sejalan arahan Bupati Deli Serdang dr. Asri Luddin Tambunan yang menekankan pemberian reward bagi ASN berprestasi dan evaluasi bagi yang berkinerja kurang baik. (Red).

 Ikuti Berita Insertrakyat.com