KANTOR Pusat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat dan melaporkan kejadian gempa tektonik yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah, pada Selasa dini hari, 25 November 2025, pukul 00.30 WIB.

“Gempa ini berkekuatan M4,7 dengan episenter di darat, 22 kilometer barat laut Bener Meriah, Aceh, pada kedalaman 4 kilometer. Tidak berpotensi tsunami,” jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono kepada INSERTRAKYAT.com, di Jakarta, tepat pukul 08.21 WIB.“Gempa ini termasuk jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif di daerah tersebut,” sambung Daryono.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS: Gempa Bumi M 4,7 Guncang Laut Sawu, NTT

Daryono menjelaskan, getaran gempa terasa cukup kuat di Bener Meriah dengan skala IV MMI, sementara wilayah Lhokseumawe mencapai III–IV MMI. Daerah Aceh Timur, Bireuen, dan Pidie merasakan getaran dengan skala III MMI. “Meski terasa nyata, hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan,” tegasnya.

Daryono menambahkan, hingga pukul 00.59 WIB telah terjadi lima gempa susulan (aftershock) di Aceh. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak jelas kebenarannya.

BACA JUGA :  Terkait Warga Ternate Merasakan Getaran Gempa Bumi, Begini Penjelasan BMKG

Sebelumnya, Senin 24 November 2025 pukul 03.40 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa, dekat Blitar, Jawa Timur (Jatim) juga terjadi gempa tektonik magnitudo 5,0. Menurut Daryono, episenter berada 126 kilometer barat daya Kota Blitar, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini termasuk dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

BACA JUGA :  Kemendagri Dorong Bekasi Perkuat Satlinmas dan Siskamling

“Getaran dirasakan di Kuta hingga skala II–III MMI, serta di Karangkates, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, dan Bantul dengan skala II MMI. Pemodelan kami memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, dan hingga pukul 04.20 WIB belum ada aktivitas susulan,” jelas Daryono.

“Untuk itu, warga dihimbau agar tetap tenang dan selalu mengacu pada informasi yang bersumber resmi dari BMKG, guna memastikan keselamatan dan menghindari kepanikan,” demikian
Dr. Daryono menutup pernyataan resminya.