MAKASSAR, — Momentum peringatan hari lahir ke-44 Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bagi kader dan alumni organisasi tersebut di Makassar.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh PERMAHI Cabang Makassar pada 8 Maret 2026, tepatnya di Warkop Bundu, Makassar.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sejumlah tokoh dan alumni turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Mustaqim Mahmud, yang merupakan Dewan Pembina PERMAHI sekaligus akademisi hukum.
Hadir pula Muhammad Fauzi Azhary, mantan Ketua Umum PERMAHI Makassar yang kini berprofesi sebagai praktisi hukum, serta Agung Marwansyah, yang juga pernah memimpin organisasi tersebut di tingkat cabang.
Selain para tokoh dan alumni, kegiatan ini diikuti oleh pengurus aktif serta kader PERMAHI Makassar. Mereka memanfaatkan momen untuk memperkuat hubungan antar generasi di dalam organisasi.
Ketua PERMAHI Cabang Makassar, Ridwan, menjelaskan bahwa kegiatan peringatan [dies natalis] kali ini mengusung tema nasional organisasi, yakni “Konsisten Mengawal Konstitusi, Adaptif Menjawab Tantangan Zaman.”
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan komitmen PERMAHI sebagai organisasi kader profesi yang selama ini telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang hukum secara profesional.
Ridwan menilai usia organisasi yang telah mencapai 44 tahun merupakan perjalanan panjang yang harus dimaknai dengan memperkuat kontribusi organisasi dalam menjawab berbagai persoalan hukum dan kebangsaan.
“Dies Natalis ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh kader untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan PERMAHI Makassar akan terus menjalin sinergi dengan kepemimpinan nasional organisasi.
Saat ini, kepengurusan pusat Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia dipimpin oleh Azhar Siddiq sebagai formatur Ketua Umum dengan Afghan Ababil sebagai Sekretaris Jenderal.
Dalam kesempatan tersebut, Azhar Siddiq menegaskan bahwa perjalanan 44 tahun organisasi harus menjadi sumber energi baru bagi seluruh kader untuk terus menjaga marwah PERMAHI sebagai wadah kaderisasi intelektual mahasiswa hukum.
Ia berharap organisasi tersebut tetap konsisten melahirkan generasi muda yang memiliki integritas, daya kritis, serta komitmen kuat dalam mengawal konstitusi dan memperjuangkan keadilan di tengah dinamika kehidupan berbangsa.
Menurutnya, PERMAHI harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap berdiri di garis depan dalam menjaga nilai-nilai konstitusi dan prinsip keadilan di Indonesia.
“PERMAHI harus tetap hadir sebagai garda intelektual mahasiswa hukum yang responsif terhadap perubahan, sekaligus berani menjaga nilai konstitusi dan keadilan di tengah dinamika bangsa,” tandasnya. (Red).






















