SINJAI, INSERTRAKYAT.com — Banyak masyarakat atau bahkan kalangan pejabat publik tak menyadari adanya sejarah menarik yang kini tercatat di Kabupaten Sinjai. Di daerah yang terkenal akan ketenangan dan kearifan lokalnya itu, muncul sosok diri perwira menengah Polri bernama Ajun Komisaris Besar Polisi Harry Azhar, yang dalam lintasan waktunya menjabat sebagai Kapolres Sinjai pada masa kepemimpinan tiga Bupati berbeda.
Hal ini menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan pemerintahan daerah dan kepolisian setempat. AKBP Harry Azhar mulai mengemban amanah sebagai Kapolres Sinjai pada tahun 2024 menggantikan AKBP Ferry Nur Abdullah. Ketika itu, roda pemerintahan daerah dikendalikan oleh Penjabat Bupati TR. Fahsul Falah. Tak lama berselang, tongkat estafet kepemimpinan bergeser ke tangan Andi Jefrianto Asapa, dan kini setelah proses demokrasi Pilkada selesai, Kabupaten Sinjai resmi dipimpin oleh Hj. Ratnawati Arif untuk periode 2025–2030.
Dalam rentang waktu yang relatif singkat, tiga kepala daerah silih berganti memimpin Sinjai, namun di balik pergantian itu terdapat kesinambungan dalam penegakan keamanan dan ketertiban masyarakat. AKBP Harry Azhar tetap berdiri di garda terdepan, memastikan situasi daerah senantiasa aman, kondusif, dan harmonis di tengah dinamika politik serta birokrasi pemerintahan. Keberadaannya menjadi simbol keteguhan dan kontinuitas di saat roda pemerintahan mengalami peralihan.
Sejak awal menjabat, Kapolres Sinjai menunjukkan gaya kepemimpinan yang tegas namun humanis. Ia tidak menampilkan jarak antara pimpinan dan bawahan, bahkan dalam kesehariannya lebih memilih menggunakan sepeda motor dinas untuk meninjau langsung wilayah binaan. Sederhana dalam tampilan, namun berwibawa dalam tindakan. Sosoknya sering terlihat hadir dalam kegiatan masyarakat, membangun komunikasi dengan warga tanpa sekat jabatan.
Lulusan Akademi Kepolisian tahun 2003 ini juga menamatkan pendidikan di PTIK pada 2010 dan Sespimmen Polri pada 2020. Di mata rekan sejawat, Harry Azhar dikenal disiplin, teliti, dan berprinsip kuat bahwa keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan juga tentang rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat. Gaya komunikasinya yang terbuka menjadikan dirinya sosok yang mudah diterima lintas lapisan masyarakat.
Perjalanan tugasnya di Sinjai menorehkan jejak sinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai momentum penting. Pada masa Pj. Bupati TR. Fahsul Falah, Polres Sinjai bersama jajaran Pemkab aktif melakukan operasi pasar menjelang Idul Fitri 1445 H/2024. Langkah itu memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan stok pangan mencukupi bagi masyarakat. Kehadiran kepolisian di tengah aktivitas ekonomi rakyat memperkuat peran Polri sebagai pelindung sekaligus pengayom masyarakat, bukan semata penegak hukum.
Saat kepemimpinan beralih kepada Pj. Bupati Andi Jefrianto Asapa, sinergi lintas lembaga semakin tampak. Pemerintah daerah menekankan disiplin aparatur, penataan fasilitas publik, dan pengawasan kegiatan masyarakat, sementara Polres Sinjai memperkuat peran penegakan aturan di lapangan. Keharmonisan kerja antara Pemkab dan kepolisian menjaga kestabilan sosial di tengah masa transisi pemerintahan yang biasanya rawan gesekan administratif.
Memasuki era pemerintahan definitif Hj. Ratnawati Arif, pola kerja sama antara Polres dan Pemkab terus berlanjut. Kegiatan apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi digelar bersama sebagai wujud komitmen melindungi masyarakat dari potensi ancaman alam. Polres Sinjai turut berperan aktif dalam kegiatan lintas sektor seperti peringatan Hari Kesehatan Nasional, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga pengamanan acara pemerintahan. Semua terlaksana dalam suasana tertib dan penuh kebersamaan.
Kehadiran Kapolres yang senantiasa turun langsung ke lapangan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Ia tidak hanya tampil dalam forum resmi, tetapi juga hadir di tengah anggota yang sedang sakit, pada, Kamis, (13/11/2025), menunjukkan sisi humanis kepemimpinan yang menghargai nilai kemanusiaan di atas formalitas jabatan. Sikap itu menjadikan dirinya bukan sekadar pemimpin institusi melainkan sosok pembina yang merawat solidaritas dan empati di tubuh Polres Sinjai.
Dalam kacamata masyarakat luas, keberlanjutan kepemimpinan Polres di tengah pergantian tiga Bupati merupakan penanda penting atas stabilitas sistem keamanan di Sinjai. Di saat birokrasi berubah, aparat keamanan tetap berdiri teguh sebagai penyeimbang. Kolaborasi yang terbangun antara Polres dan pemerintah daerah menjadi fondasi kuat bagi jalannya pembangunan dan pelayanan publik yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Kondisi ini sekaligus memperlihatkan sisi konsistensi Polri dalam menjaga profesionalitas di tengah perubahan politik lokal. Bahwa netralitas dan keberlanjutan tugas kepolisian tidak bergantung pada siapa yang memimpin daerah, melainkan pada komitmen moral dan tanggung jawab institusional. Kapolres Sinjai, dengan ketenangan dan integritasnya, menjadi representasi nilai itu di lapangan.
Kini, dengan Bupati Hj. Ratnawati Arif yang akan memimpin hingga 2030, hubungan sinergis antara pemerintah daerah dan Polres Sinjai diyakini akan terus berkembang. Fondasi yang telah diletakkan sejak masa dua penjabat sebelumnya memberikan arah jelas bagi kemitraan yang solid. AKBP Harry Azhar, dengan dedikasi dan gaya kepemimpinan yang mengutamakan kedekatan serta ketegasan, menjadi jembatan antara aparat penegak hukum dan rakyat.
Waktu boleh berganti, namun makna pengabdian tetap abadi. Dalam lintasan sejarah Kabupaten Sinjai, nama AKBP Harry Azhar akan tercatat sebagai Kapolres yang menjabat di era tiga Bupati, sebuah perjalanan yang tidak hanya menyimbolkan panjangnya masa tugas, tetapi juga menggambarkan kematangan, kesetiaan, dan konsistensi dalam menjaga keamanan dan keadilan di tanah yang ia layani. (S)





















