JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM —Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melalui Kapuspen Kemendagri Benni Irwan melaporkan, 87 rumah sakit pemerintah dan 867 Puskesmas terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah kembali beroperasi per 4 Maret 2026. Meski begitu, dari total 2.522 Puskesmas Pembantu (Pustu) terdampak, 21 Pustu masih dalam tahap pembersihan, renovasi, atau pembangunan baru. Jum’at, (6/3/2026).
Rincian 21 Pustu yang belum beroperasi,
Aceh (12 Pustu): Blang Seunong, Alue le Mirah, Jambo Balee, Jambo Leubok, Seunuebok Bayu, Bandar Baro, Alue Tuwi, Blang Nie, DK 1 Peunaron Baru, Tanjung Minjei, Tanjung Tok Blang, Paya Meuligoe.
Sumut (9 Pustu): Hutabarangan, Huta Godang, Po Simargarap, Sibuluan Nalambok, Sibio Bio, Sigiring-giring, Hutanabolon, Huraba, Sipange.
Di Sumbar, seluruh 709 Pustu terdampak kini telah kembali beroperasi.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyebut pemulihan layanan kesehatan ini berhasil berkat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kerja keras Bapak-Ibu sekalian, kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah provinsi, kabupaten, kota, dan semua pihak non-pemerintah yang terlibat pemulihan pascabenca,,” imbuhnya.
(agy)






















