ACEH TIMUR, INSERTRAKYAT.com – Terungkap sebanyak 1.259 warga masih bertahan di pengungsian pascabanjir di Kabupaten Aceh Timur, Jumat (27/3/2026). Data ini berbeda dengan klaim Pemerintah dengan jumlah 173 pengungsi yang tersisa di tenda pengungsian.
Data 1.259 tersebut mencakup 373 kepala keluarga yang tersebar di dua kecamatan.
Warga mengungsi di Kecamatan Pante Bidari dan Serbajadi.
Pengungsi menempati 13 titik di sembilan desa.
Sebagian warga tinggal di tenda darurat.
Sebagian lainnya bertahan di sekolah dan kantor desa.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyebut kondisi pengungsian belum merata.
“Warga Serbajadi mengungsi di kantor desa dan sekolah. Warga Pante Bidari masih di tenda dan sebagian di huntara,” kata Iskandar, dikutip Insertrakyat.com hari ini. Ia menegaskan pemulihan masih berjalan bertahap.
Sebagian warga mulai menempati hunian sementara.
Sebagian lainnya belum mendapat tempat tinggal layak.
Kebutuhan hunian masih menjadi masalah utama.
Jumlah pengungsi memang menurun dibanding Februari.
Jumlah pengungsi sebelumnya sempat melebihi 2.000 jiwa.
Penurunan belum menunjukkan pemulihan merata.
Pengungsi di Pante Bidari tersebar di beberapa desa.
Desa tersebut meliputi Sah Raja, Sijudo, Pante Panah, Blang Seunong, dan Pante Labu.
Pengungsi di Serbajadi berada di Desa Lokop, Sunti, Umah Taring, dan Ujong Karang.
Sebagian warga di Pante Bidari menempati huntara.
Pembangunan huntara belum sepenuhnya selesai.
Warga di Serbajadi masih bertahan di fasilitas umum.
Kerusakan rumah juga menjadi persoalan utama.
Pemerintah daerah mengusulkan lebih dari 25 ribu rumah terdampak.
Usulan mencakup kategori rusak ringan, sedang, dan berat.
BNPB telah memverifikasi 7.293 unit rumah.
Sebagian data masih dalam proses pengajuan ulang.
Masyarakat memberi masukan terhadap pendataan.
Pemerintah melakukan validasi lanjutan.
Proses pendataan masih berlangsung.
Kondisi ini menunjukkan dampak banjir belum selesai.
Warga masih membutuhkan hunian layak dan bantuan lanjutan.
Sebelumnya diberitakan Insertrakyat.com, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan bahwa hampir seluruh pengungsi terdampak bencana di Sumatera kini tidak lagi tinggal di tenda.
Menurut Tito, jumlah pengungsi yang masih dalam penanganan saat ini tersisa sekitar 47 kepala keluarga (KK) atau 173 jiwa. Angka tersebut menurun drastis dibandingkan kondisi awal yang mencapai sekitar 2,1 juta jiwa.
“Pengungsi ya mendekati 100 persen, mendekati kata-katanya, saya tidak bilang sudah 100 persen,” ujar Tito dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).
Ia menegaskan, capaian ini menunjukkan progres signifikan pemerintah dalam memastikan para pengungsi mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan tidak lagi berada di tenda darurat.
Kendati demikian, Data di lapangan menunjukkan jumlah pengungsi masih lebih besar.
Perbedaan data ini menjadi perhatian dalam penanganan bencana.
Dapatkan Berita terbaru melalui whatsapp channel < klik > Insertrakyat.com
















