JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan penguatan sistem teknologi informasi (IT) pada seluruh instansi yang terlibat dalam digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos). Penguatan tersebut diperlukan untuk mendukung integrasi data lintas instansi, menjaga keandalan layanan, dan melindungi data pribadi.
Tito menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Rencana Rollout Nasional Digitalisasi Perlinsos di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, penentuan kelayakan penerima bantuan Perlinsos membutuhkan integrasi data dari sejumlah instansi. Data tersebut meliputi kepemilikan tanah dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), kepemilikan kendaraan dari kepolisian, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Sistem tersebut juga memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu mengategorikan kelayakan penerima bantuan.
“Kenapa kekuatannya \[aplikasi Perlinsos\] kuat sekali? Karena menggabungkan data-data dari berbagai instansi, dan menggunakan AI untuk membaca bahwa ini layak atau tidak layak,” kata Tito.

Namun, sistem berbasis IT tetap menghadapi risiko gangguan, baik akibat kerusakan sistem maupun serangan siber. Gangguan tersebut berpotensi menghambat layanan apabila infrastruktur teknologi tidak memadai.
Karena itu, Tito meminta seluruh instansi terkait memperkuat kapasitas penyimpanan data (storage), lebar pita jaringan (bandwidth), sistem pencadangan (backup), serta keamanan siber (cybersecurity). Ia menyebut sistem IT Direktorat Jenderal Dukcapil telah diperkuat untuk mendukung kebutuhan pengolahan data.
“Perkuat betul storage, bandwidth-nya, dan cybersecurity-nya,” ujarnya.

Selain keandalan sistem, Tito mengingatkan pentingnya mematuhi ketentuan pelindungan data pribadi. Proses verifikasi dan validasi juga diperlukan untuk mendukung pengelolaan data dalam jumlah besar.
“Saran kami, masing-masing semua yang terlibat dalam aplikasi ini, semua memperkuat sistem IT mereka,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri PANRB Rini Widyantini, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Jurnalis: Syamsul Bahri
Editor: Supriadi Buraerah

