SINJAI ( INSERT RAKYAT) – Semangat kebersamaan dan tanggung jawab moral sebagai pendidik generasi penerus bangsa, tercermin dalam kegiatan silaturahim Ramadhan 1147 H/2026 H. Giat ini yang dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama (Bukber) Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kecamatan Sinjai Timur. Giat berlangsung di Kawasan elite Alun-Alun Sinjai Bersatu tepatnya “Semesta Coffee”, pada Jumat sore, mulai pukul 16.00 WITA hingga waktu berbuka puasa.

Kegiatan yang diinisiasi oleh KKG PJOK Sinjai Timur bertujuan mempererat tali persaudaraan di antara para guru PJOK se-Kecamatan Sinjai Timur. Selain itu, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperluas jaringan sosial, serta memperkuat keharmonisan hubungan antar sesama tenaga pendidik.

BACA JUGA :  Breaking News: Aktivis Bakal Aksi Demonstrasi Terkait Tambang Ilegal di Sinjai

Ketua PJOK Sinjai Timur, Muh. Qadri Djaelani, bersama Sekretaris PJOK Agus, S.Pd, hadir memimpin kegiatan yang diikuti para guru PJOK dari berbagai sekolah di wilayah tersebut. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para guru saling bertukar pikiran mengenai tantangan serta tanggung jawab dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran PJOK.

Sekretaris PJOK Sinjai Timur, Agus, S.Pd, mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi medium solidaritas antar guru. Ia juga menghendaki agar KKG PJOK Sinjai Timur dapat menjadi contoh positif bagi kelompok kerja guru lainnya.

“Menjadi teladan kebersamaan antar guru tidak hanya terlihat di ruang kelas atau forum resmi, tetapi juga ideal melalui silaturahmi yang memperkuat nilai persaudaraan dan tanggung jawab moral sebagai pendidik,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Breaking News: BMKG Prediksi Cuaca Sinjai Didominasi Berawan, Akhir Pekan Cerah

Kegiatan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan pada bulan suci Ramadan oleh KKG PJOK Sinjai Timur. Para peserta yang hadir menyambut baik inisiatif tersebut serta memberikan berbagai saran konstruktif demi meningkatkan kualitas kerja sama dan profesionalitas guru yang semakin mapan.

Lebih jauh, dalam diskusi yang dikemas lebih santai itu berlangsung sebelum berbuka puasa, para guru juga menegaskan perlunya menjaga lingkungan pembelajaran yang sehat dan aman bagi peserta didik. Kesepahaman muncul agar dalam proses pembelajaran PJOK tidak terjadi hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, seperti tindakan bullying maupun pelecehan.

BACA JUGA :  CB Tanete Taklukkan Puncak Ma’ra: Kopdar, Solidaritas, dan Pesona Negeri di Atas Awan

Lengkapnya, kegiatan berlangsung sederhana dan “penuh makna”. Diawali dengan kedatangan para peserta dan obrolan santai, kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan.

Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi para guru PJOK dalam mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Sinjai, sekaligus menjaga marwah dunia pendidikan yang berintegritas, dan berpihak pada keselamatan serta kenyamanan peserta didik. (Red/S).

 Ikuti Berita Insertrakyat.com