Kolaka Timur, InsertRakyat.com Ratusan hektar lahan persawahan di Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, sebagian dilaporkan mengalami kekeringan parah dalam beberapa pekan terakhir. Fenomena ini paling dirasakan di kawasan pertanian Desa Tawa-Tawaro dan Desa Solewatu.

Padahal warga baru saja melakukan penanaman padi. “Baru sekitar dua Minggu itu penanaman,” kata Nasir, warga yang ditemui di Kediaman pamannya di Tinondo.

BACA JUGA: Bangkai Proyek Embung Desa Setengah Miliar di Kolaka Timur

Ditempat terpisah, Wahid, salah satu warga Desa Tawa Tawaro menyebut kekeringan terjadi karena pasokan air tak lagi mengalir dan curah hujan nyaris nihil.

“Cuman Kecamatan Tinondo tidak ada hujan,” kata Wahid seperti dikutip dari laporan Ruslan Jurnalis Insertrakyat.com, Rabu pukul 13.47 WITA.

Di tengah kondisi itu, warga juga menyoroti keberadaan satu unit embung di area persawahan yang kini berubah menjadi bangkai proyek. Embung tersebut diketahui dibangun pada tahun 2018 dengan anggaran sekitar Rp500 juta yang bersumber dari APBN Dana Desa.

Bangkai Proyek Embung di Desa Solewatu Kecamatan Tinondo, (Foto: TimInsertrakyat.com).

Namun, tak lama setelah rampung, bangunan embung itu dikabarkan ambruk dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Warga menyebut kondisi itu menjadi salah satu penyebab utama areal pertanian mereka kehilangan sumber air.

BACA JUGA: KPK Resmi Tetapkan Bupati Koltim Tersangka Kasus Suap Proyek Rumah Sakit

Kini, masyarakat berharap perhatian langsung dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman, agar solusi cepat dapat diberikan.

“Salam hormat dan salam hangat kepada Pak Mentan Amran Sulaiman. Semoga secepatnya kami di sini mendapatkan perhatian,” ucap Rustam mewakili petani setempat.

BACA JUGA: Kejaksaan Negeri Kolaka Resmi Menahan Tiga Tersangka Korupsi Proyek Jumbo Kabupaten Kolaka Timur

Kekeringan yang melanda sebagian sawah di Tinondo ini menambah catatan wilayah rawan pertanian di Sulawesi Tenggara yang terdampak fenomena perubahan iklim ekstrem. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan bersama Kementerian Pertanian untuk menyalurkan bantuan air dan menghidupkan kembali fungsi embung yang rusak.

Sementara itu Humas Kementan belum memberikan tanggapan. (R).

 Ikuti Berita Insertrakyat.com