KARIMUN, INSERTRAKYAT.COM – Upaya memperluas kemitraan usaha kembali dilakukan oleh PT Timah Tbk dengan meresmikan Rumah Layanan Koperasi dan UMKM di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun. Fasilitas ini digadang-gadang menjadi pintu masuk bagi koperasi dan pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai bisnis perusahaan tambang timah milik negara tersebut.
Peresmian rumah layanan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Direktur Utama Harry Budi Sidharta dan turut dihadiri Komisaris Rizani Usman, General Manager Area Belitung–Kundur Wiyono, serta Division Head Area Bonanta, Kamis (12/3/2024).
Rumah layanan koperasi ini dirancang sebagai pusat layanan terpadu bagi koperasi dan pelaku UMKM yang ingin bermitra dengan perusahaan. Melalui fasilitas tersebut, para pelaku usaha akan memperoleh informasi kemitraan, pendampingan manajemen, hingga bantuan administrasi untuk memenuhi syarat sebagai mitra usaha.
Wakil Direktur Utama Harry Budi Sidharta mengatakan kehadiran rumah layanan ini diharapkan mempercepat akses informasi sekaligus mempermudah koperasi dan UMKM dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan.
“Rumah layanan ini diharapkan menjadi wadah bagi koperasi dan UMKM untuk mendapatkan informasi secara cepat terkait kemitraan dengan PT Timah,” ujarnya.
Menurutnya, melalui program ini perusahaan akan melakukan pembinaan terhadap koperasi dan UMKM, mulai dari penguatan manajemen kelembagaan, pemahaman tata kelola usaha, hingga pendampingan agar mampu memenuhi standar kemitraan perusahaan.
Sebelumnya, PT Timah Tbk juga telah menggelar sosialisasi kemitraan bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan koperasi pertambangan di wilayah Kabupaten Karimun. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas partisipasi ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional tambang.
Selain memberikan akses informasi bagi pelaku usaha, keberadaan rumah layanan ini juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas divisi di internal perusahaan, sehingga proses pendampingan dan pembinaan koperasi serta UMKM dapat berjalan lebih efektif.
Namun demikian, sejumlah pihak menilai keberadaan rumah layanan tersebut juga harus diikuti dengan transparansi dalam pola kemitraan dan pemerataan peluang usaha, agar koperasi dan UMKM lokal benar-benar menjadi pemain utama dalam ekosistem ekonomi di sekitar wilayah tambang, bukan sekadar pelengkap dalam rantai bisnis industri timah.
Pewarta : Syahrul
Editor : Mhd’Iqbal





















