Aceh Tamiang — Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja sekaligus merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 bersama masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang, Aceh.
Presiden Prabowo tiba pada Sabtu (21/3/2026) pagi dan disambut oleh Tito bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Batalyon Infanteri Raider Khusus 111/Karma Bhakti.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak. Sebelumnya, Presiden juga merayakan malam takbiran bersama masyarakat Sumatera Utara.
Kehadiran pemerintah pusat secara langsung ini menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak bencana dapat merayakan Lebaran dalam kondisi yang semakin pulih dan lebih baik.
Kunjungan tersebut juga merupakan kelanjutan dari perhatian Presiden terhadap masyarakat Aceh, salah satunya melalui penyaluran bantuan sebesar Rp72,75 miliar guna mendukung tradisi Meugang. Bantuan ini digunakan untuk pengadaan sapi yang didistribusikan ke 19 kabupaten/kota, termasuk wilayah terdampak bencana.
Sebanyak 3.042 desa di Aceh menerima alokasi bantuan, dengan masing-masing desa memperoleh sekitar Rp50 juta untuk pembelian sapi. Program ini tidak hanya menjaga tradisi Meugang tetap berjalan, tetapi juga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menjelang Lebaran sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Intinya adalah 3.042 desa, warganya harus mendapatkan bagian daging sapi,” ujar Tito.
Ia menegaskan bahwa kebijakan bantuan pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek kemanusiaan, tetapi juga dirancang untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah. Bantuan langsung kepada masyarakat dinilai mampu meningkatkan daya beli dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
“Kalau masyarakat punya daya beli, mereka akan belanja. Dari situ ekonomi bergerak, pasar hidup kembali, dan pertumbuhan ekonomi bisa pulih,” jelasnya.
Dengan kombinasi bantuan sosial, dukungan terhadap tradisi lokal, serta percepatan pembangunan hunian, pemerintah berharap masyarakat terdampak bencana dapat merayakan Idulfitri dalam kondisi yang semakin membaik, baik secara sosial maupun ekonomi.
Kehadiran Presiden bersama jajaran pemerintah pusat di Aceh Tamiang juga diharapkan menjadi penyemangat bagi masyarakat serta memastikan seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran dan tepat waktu.
(Agy/Zam)

































