JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, semua desa dan kelurahan harus memiliki koperasi aktif. Perintah itu disampaikan melalui Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Kementerian/Lembaga dengan Pemda 2025, Selasa (28/10/2025), di IPDN Jatinangor, Sumedang.

Deputi Kementerian Koperasi, Henra Saragih, menekankan Kopdeskel Merah Putih bukan proyek sesaat, tapi gerakan nasional. “Pak Presiden ingin ini ada di seluruh desa, seluruh kelurahan. Bukan satu, bukan seribu, tapi seluruh Indonesia bergerak,” tegas Henra.

Hingga kini, 82 ribu Kopdeskel Merah Putih telah terbentuk. Target berikutnya: pendirian gudang dan gerai koperasi di semua desa, sesuai Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025. Henra menegaskan, Pemda harus segera mendata dan menginventarisir lahan untuk fasilitas ini.

Staf Ahli Menteri UMKM, Reghi Perdana, menegaskan, UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional, menyumbang 60,5 persen PDB dan menyerap 97 persen tenaga kerja. “Ketika krisis moneter, ketika Covid, UMKM lah yang menopang perekonomian kita,” ujarnya.

Pemerintah menyiapkan Super App Sahabat UMKM, Kartu Usaha Produktif, dan Holding UMKM untuk memperluas pembiayaan dan kemitraan. Tahun 2025 dialokasikan Rp 300 triliun KUR, dan 2026 diproyeksikan sama.

UMKM juga didorong menjadi pemasok MBG, menyediakan telur, sayur, dan ikan, langsung menyerap tenaga kerja lokal. “Satu dapur, berapa supplier yang terlibat? UMKM harus jadi supplier MBG,” tegas Reghi.

Rakor ini menegaskan satu hal: pemerintah pusat tidak akan menunggu. Pemda harus bergerak sekarang, memperkuat koperasi, memberdayakan UMKM, dan memastikan ekonomi desa bergerak. (Agy).

 Ikuti Berita Insertrakyat.com