SINJAI, —Ditengah geliat pembangunan Infrastuktur Pendidikan berupa Sekolah Rakyat di Kabupaten Sinjai, ada hal menarik patut menjadi catatan masyarakat nasional, ialah polemik Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar. Pemenuhan kebutuhan Masyarakat sulit mendapat asupan BBM dari SPBU di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan sejak beberapa hari hingga terpantau Jum’at (27/3).

Kini era Dony Oskaria selaku Kepala BP BUMN dan  Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, BBM subsidi seperti Pertalite makin sulit diakses di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Masyarakat harus mengantre selama berjam-jam. Bahkan Kapolsek Sinjai Sinjai Timur, AKP Muksin Sirajuddin ikut andil mengatur arus anteran Jum’at pagi hingga siang demi keamanan dan ketertiban umum. Sementara di luar SPBU BBM jenis Pertalite berkisar antara Rp14000,- hingga Rp 17.000 khususnya penjual botolan atau eceran.

BACA JUGA :  Breaking News : Masyarakat Resah, Kejahatan Pencurian Merajalela di Sinjai

Masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan tersebut secara tuntas. Lagipula Pertamina Patra Niaga Sulawesi tampaknya sangat kangen dengan kunjungan Kepala BP BUMN dan Menteri ESDM untuk melakukan evaluasi di sektor migas, termasuk pelayanan pada keterbukaan informasi publik.

Bayangkan masyarakat sampai cemas atas persoalan yang ada.”Kalau begini terus BBM, Masyarakat sulit Gas Oke Gas, aktivitas transportasi terbatas dan masyarakat cemas ,” kata pengguna motor Yamaha GEMOY atau NMAX, Arif sapaan akrabnya.

BACA JUGA :  Kasus Laptop Rp9,9 Triliun: Nadiem Makarim Diperiksa Kejaksaan Agung, Belum Tersangka!

Arif berharap agar Bahlil Lahadalia melakukan monitoring kepada Pertamina Patra Niaga Sulawesi untuk mengatasi segala hal yang membuat masyarakat tersentak akhir – akhir ini terkait dengan BBM subsidi.

Menurut dia, BBM baik itu Jenis Solar dan Pertalite perlu diatasi secepatnya. “Sinjai Masyarakatnya mendiami daratan datar wilayah kota dan pinggiran hingga Pegunungan. Mayoritas petani dan nelayan UMKM. kemudian kalau pemerintah tidak cepat atasi masalah yang ada ini dampaknya sangat besar. Masyarakat membutuhkan BBM subsidi yang dijual dengan harga yang wajar, kita tidak larang UMKM atau kios jual BBM botolan,” ulang Arif.

Di Kabupaten Sinjai tercatat sebagai wilayah yang memiliki sejumlah SPBU. Sedikitnya terdapat empat/Lima SPBU yang beraktivitas, kata Arif Penyaluran BBM subsidi mengalami dinamika.

BACA JUGA :  Khawatir Tertimpa, Warga Berharap Pemda Sinjai Pangkas Tangkai Pohon di Jln Jenderal Sudirman

“Belakang ini BBM subsidi kurang tersalurkan secara cermat dari PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi,” beber Arif.

Kendati demikian, Kantor Pertamina Patra Niaga Sulawesi, telah diupayakan untuk dikonfirmasi oleh Insertrakyat.com melalui sambungan daring sejak Jumat siang hari. Namun Staf Humas Hj Yokoana hanya menjawab. “Siap,” singkatnya.
Sedikitnya terdapat 24 pertanyaan konfirmasi yang diajukan media ini.

Sekedar informasi sampai berita diturunkan publik belum mengetahui berapa jumlah atau estimasi solar industri yang digunakan oleh alat berat yang beroperasi di Proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Sinjai. (Sup).