BANDA ACEH,— Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) dengan target 36.669 unit yang diperuntukkan bagi korban bencana hidrometeorologi di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pembangunan huntap akan dilakukan melalui dua skema, yaitu in situ dan komunal (relokasi terpusat).
Skema pertama adalah metode in situ, yakni pembangunan hunian tetap di lokasi atau sekitar tempat tinggal sebelumnya dengan mempertimbangkan aspek keamanan lahan secara ketat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan skema ini.
Di Kabupaten Bireuen, misalnya, pemerintah daerah setempat mengusulkan pembangunan sebanyak 365 unit huntap melalui metode in situ.
Sementara itu, skema kedua adalah metode komunal atau relokasi terpusat, yaitu pembangunan hunian di satu kawasan yang telah dinyatakan aman untuk menampung warga dari wilayah yang tidak lagi layak huni. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menjadi salah satu lembaga yang menyiapkan pembangunan dengan skema tersebut.
Berdasarkan data Satgas PRR, total rencana pembangunan huntap di tiga provinsi terdampak mencapai 36.669 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 unit telah selesai dibangun, sementara 1.359 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Selain pembangunan huntap, Satgas PRR juga menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi pengungsi. Pemerintah turut memberikan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1,8 juta bagi warga yang memilih menyewa rumah selama masa transisi.
Pembangunan huntap dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah lembaga, antara lain BNPB, Kementerian PKP, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam), serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Selain itu, sektor swasta dan masyarakat juga turut berkontribusi dalam proses pembangunan.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan percepatan pembangunan huntap akan dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 melalui koordinasi lanjutan dengan pemerintah daerah.
“Kami sudah janjian nanti setelah Lebaran ini dengan Menteri PKP untuk turun koordinasikan pemda-pemda yang mana sudah siap dibangun, untuk segera dibangun,” ujarnya usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto merayakan Idulfitri bersama masyarakat Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026).
Pemerintah menargetkan pembangunan huntap dapat segera terealisasi guna memastikan masyarakat terdampak bencana memperoleh hunian yang layak.
Penulis : Agy |Editor : Zamroni

































