Sinjai, InsertRakyat.com — Lawatan strategis Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayor Jendela (Mayjen) TNI Bangun Nawoko, ke Kabupaten Sinjai, Selasa (7/4/2026), berlangsung gembira.
Orang nomor satu ini disambut oleh Dandim 1424 Sinjai, Letkol Arm. Arif Hartanto di Makodim Sinjai, Jln Jendral Sudirman.
Puncaknya, kehadiran pucuk pimpinan TNI di wilayah ini menjadi penanda kuat penguatan kolaborasi lintas sektor antara militer dan pemerintah daerah dalam mendorong akselerasi pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tak ketinggalan memberikan sambutan positif.
Lebih jelasnya pagi tadi, Pangdam diterima secara resmi di Markas Kodim 1424 Sinjai dengan prosesi adat tari Paduppa—sebuah simbol penghormatan yang sarat makna kultural hingga nilai gotong royong dan tenggang rasa.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Pangdam meresmikan lapangan upacara Kodim 1424 Sinjai melalui penandatanganan prasasti. Momentum ini tidak hanya menandai penguatan fasilitas satuan teritorial, tetapi juga mempertegas kesiapan TNI dalam menjalankan fungsi pembinaan wilayah secara optimal.
Kehadiran Pangdam di Sinjai menandaskan “sinyal tegas” bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan jargon normatif, melainkan strategi konkret dalam menjawab tantangan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Adapun Bupati Ratnawati Arif menegaskan, kunjungan ini menjadi suntikan semangat sekaligus penguat tekad bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Bupati Perempuan Pertama Sinjai ini menggarisbawahi keselarasan antara program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan visi Pemkab Sinjai dalam mendorong pemerataan pembangunan.
“Program TMMD memiliki implikasi langsung terhadap peningkatan akses jalan dan jembatan di desa. Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga membuka konektivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mendorong agar intervensi pembangunan berbasis TNI tersebut kembali digulirkan di Sinjai guna mempercepat pengembangan wilayah yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur.
Sinergi yang terbangun, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan publik yang lebih merata dan berkualitas. Harmonisasi peran antara TNI dan pemerintah daerah diyakini mampu menciptakan efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Usai agenda di Makodim, Pangdam bersama rombongan, termasuk Dandim 1424 Sinjai Letkol Inf Arif Hartanto, melakukan inspeksi lapangan ke lokasi pembangunan Jembatan Gantung Garuda Hasanuddin di Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan. Peninjauan ini menjadi langkah konkret memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Kabupaten Bulukumba sebagai bagian dari rangkaian safari kerja Pangdam XIV/Hasanuddin di wilayah Sulawesi Selatan.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat, dalam konteks ini, tidak lagi sebatas fungsi pertahanan negara, melainkan telah bertransformasi menjadi motor penggerak pembangunan yang memiliki resonansi langsung terhadap kepentingan publik.
Di tempat terpisah, berdasarkan informasi yang menarik ditengah masyarakat, Insertrakyat.com juga merangkum kritik dan saran. Masyarakat berharap agar pemerintah segera menjernihkan informasi mengenai jumlah anggaran Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih.
Masyarakat dan publik khwatir bila hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, sebab dapat menimbulkan bias ditengah masyarakat.
Meskipun demikian, seutuhnya masyarakat baik dari kalangan biasa maupun masyarakat inti, sangat mendukung program pemerintah termasuk laju pertumbuhan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Sinjai.
(Tim Liputan INSERT RAKYAT).














