JAKARTA, — Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran sebesar Rp72,75 miliar untuk mendukung pelaksanaan tradisi meugang menyambut Idulfitri 2026 di Aceh, dengan alokasi Rp50 juta per desa bagi 1.455 desa terdampak bencana banjir yang tersebar di 19 kabupaten/kota.
Hari ini, Rabu (18/3/2026), Artikel Insertrakyat.com mengupas secara gamblang, kebijakan ini merupakan respons langsung Presiden Prabowo Subianto atas aspirasi masyarakat Aceh yang tetap ingin menjalankan tradisi meugang di tengah kondisi pascabencana. Permintaan tersebut disampaikan melalui Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.
Tito bilang pemerintah menilai tradisi meugang bukan sekadar budaya, tetapi memiliki dimensi sosial yang kuat, terutama dalam menjaga solidaritas masyarakat melalui pembagian dan konsumsi daging menjelang hari besar keagamaan. Dalam situasi krisis, tradisi ini dianggap penting untuk memulihkan semangat kebersamaan warga.
Pemerintah juga telah menyalurkan Rp72,72 miliar pada awal Ramadan untuk kebutuhan serupa. Kini, tambahan anggaran kembali digelontorkan guna memastikan masyarakat tetap dapat merayakan Idulfitri dengan layak meski dalam tekanan bencana.
“Dana bantuan sudah ditransfer ke kabupaten/kota di Provinsi Aceh untuk pembayaran sapi meugang,” ujar Tito dalam keterangannya. Tito pada Selasa kemarin (17/3) turung langsung membagikan bantuan jenis Sapi sebagai bagian dari tradisi Meugang Idulfitri.
Pemprov Aceh melalui Wagub menyambut dan mendampingi Mendagri Tito saat penyaluran bantuan untuk Masyarakat.
Untuk penyaluran dana dilakukan langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) melalui Bank Aceh Syariah. “Sudah ditransfer melalui rekening Kas Umum daerah [Dananya],” tegas Tito. Skema ini diharapkan mempercepat distribusi bantuan sekaligus meminimalkan hambatan birokrasi di tingkat daerah. (agy/mhdIqbal).

































