SINJAI, INSERTRAKYAT.COM – Suasana pagi di Bumi Panrita Kitta sebutan Daerah Kabupaten Sinjai, kembali dipenuhi cahaya hikmah. Pada Minggu (7/9) pukul 07.39 WITA, KH Fadhlullah Marzuki atau yang akrab dikenal dengan sapaan Ustadz Fadel, menyampaikan nasehat bertajuk Hikam penuh kesan menyejukkan hati.
Nama Ustadz Fadel tidak asing bagi masyarakat Sinjai. Beliau dikenal sebagai ulama yang membawakan pesan agama dengan bahasa sederhana, namun mengandung hikmah, esensinya menyentuh segala aspek batin dan jiwa.
Nasihatnya kerap viral di media sosial karena memuat renungan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tak heran, setiap kali beliau berbicara, Masyarakat luas tak dapat menghindari suasana larut dalam renungan kebermanfaatan.
Nasihat Tentang Cinta dan Ujian Hidup
Dalam pesan [Nasihat] kali ini, Ustadz Fadel mengingatkan bahwa kebahagiaan dan kesusahan selalu menjadi bagian dari perjalanan manusia. Saat hati sedang berbunga, biasanya seseorang akan mendatangi orang yang paling ia cintai. Tetapi ketika kesulitan menimpa, justru langkahnya tertuju kepada sosok yang benar-benar mencintainya.
Pesan ini mengajarkan bahwa ujian hidup menjadi titik dimana detak jantung dan keterbukaan hati untuk mengenali siapa sebenarnya orang-orang yang tulus menyayangi. Dalam pandangan Islam, kesulitan bukanlah hukuman, melainkan cara Allah memperlihatkan siapa yang peduli dan siapa yang berpaling atas kondisi ( misalnya;).
Kisah Nabi Yusuf AS Sebagai Cermin Kehidupan
Ustadz Fadel kemudian menyinggung kisah Nabi Yusuf AS. Ia menceritakan kembali bagaimana tangan yang dulu melempar Nabi Yusuf ke dalam sumur, pada akhirnya datang kembali di kemudian hari, merajut persahabatan bahkan melebihi batas saudara.
Kisah itu menyiratkan pesan mendalam tentang keadilan takdir. Apa yang pernah ditanam manusia, baik keburukan maupun kebaikan, akan kembali pada dirinya. Ustadz Fadel mengingatkan [ umat ] agar selalu menjaga hati dan perbuatan, sebab waktu akan membuktikan balasan dari setiap amal.
Menurutnya, cerita Nabi Yusuf bukan hanya kisah masa lalu, melainkan cermin kehidupan yang relevan hingga detik hari ini dan kedepannya.
“Banyak orang mungkin pernah merasa diperlakukan tidak adil. Namun dengan kesabaran, akhirnya keadilan Allah akan tiba, bahkan dengan cara yang tidak disangka,” imbuh Ustadz Fadel kepada INSERTRAKYAT.com, pagi tadi.
Dewasa Adalah Tanggung Jawab
Pesan berikutnya yang disampaikan Ustadz Fadel adalah tentang pertumbuhan manusia. Ia menggambarkan perbedaan antara anak-anak yang menulis dengan pensil dan orang dewasa yang menulis dengan pena.
Anak-anak bisa dengan mudah menghapus kesalahannya. Namun ketika seseorang telah dewasa, kesalahan yang dilakukan tidak semudah itu diperbaiki.
“Karena itu, manusia perlu berhati-hati dalam bersikap, berucap, dan mengambil keputusan,” tegasnya.
Ustadz Fadel lalu menekankan bahwa kedewasaan bukan sekadar bertambahnya usia, melainkan meningkatnya tanggung jawab. “Inilah sebabnya Islam mengajarkan pentingnya akhlak dan kesadaran diri,” tuturnya.
Pesan Ketuhanan yang Menggetarkan
Nasehat bertajuk Hikam kemudian dilanjutkan dengan kutipan firman Allah: “Wahai hamba-Ku, kalian semua telah tersesat, kecuali orang-orang yang Aku beri petunjuk”
Kalimat ini menjadi pengingat bahwa manusia tidak mampu berjalan lurus tanpa hidayah Allah. Oleh karena itu, doa agar selalu diberi petunjuk menjadi kunci dalam setiap ibadah.
Viral di Media Sosial
Tak sedikit nasehat Ustadz Fadel berhenti di ruang pengajian. Melalui unggahan bertajuk #NasehatMulia Wija Panrita, pesan Ustadz Fadel tersebar luas di media sosial. Banyak warganet membagikan kembali kutipan hikmah itu dengan harapan bisa menjadi pengingat bagi sesama.
Dakwah Islam kini semakin terbantu oleh perkembangan teknologi. Bahkan apa yang disampaikan seorang ulama di sebuah kabupaten/kota, bisa menjangkau hati umat di berbagai daerah, bahkan lintas negara.
Sinjai, Bumi Panrita Kitta dan Tradisi Keilmuan
Sinjai, kata Ustadz Fadel, sejak dahulu, dikenal dengan julukan Bumi Panrita Kitta, tanah yang melahirkan banyak ulama dan tokoh ilmu. “Tradisi keilmuan di daerah ini sudah berlangsung turun-temurun,” ujarnya.
Itulah mengapa, hadirnya nasihat seperti yang dibawakan Ustadz Fadel terasa semakin lekat dengan identitas masyarakat.
Belum lama ini, seorang anak di Sinjai, sebut saja Zulkifli, dia bilang Nasihat dan juga kegiatan pengajian baginya adalah ruang sosial untuk mempererat silaturahmi dan menambah bobot amal kebaikan. Sedangkan Nasihat Ustadz Fadel mengandung pesan agama yang menyentuh hati menjadi penyejuk di tengah derasnya arus kehidupan modern. “Boleh usul agar Media Insertrakyat.com dapat menerima permintaan kami untuk menerbitkan berita bermuatan Religius,” ungkap Zulkifli. Dia lalu menyarankan agar Insertrakyat.com terhubung dengan Ustadz Fadel secara langsung. Alhasil semua berjalan dengan lancar.
Relevansi Pesan di Era Kekinian
Nasihat Ustadz Fadel seakan menjawab tantangan zaman. Di era media sosial, manusia sering terjebak pada pencitraan dan popularitas. Namun nasehat bertajuk Hikam menegaskan bahwa yang paling penting adalah cinta tulus, akhlak baik, dan kesadaran akan keadilan Allah.
Ketika banyak orang mencari pengakuan dari dunia luar, Ustadz Fadel mengingatkan bahwa ujian sejati justru datang dari Allah. “Ketenangan hati bukan berasal dari pujian, tetapi dari ridha-Nya,” tuturnya.
Dakwah yang Menyentuh Semua Kalangan
Salah satu keistimewaan Ustadz Fadel adalah kemampuannya menyampaikan Nasihat termasuk Tausiyah [agama] dengan bahasa sederhana. Umat dari berbagai usia, mulai anak muda hingga orang tua, bisa memahami maknanya. Inilah yang membuat pesannya selalu ditunggu. Ia juga tercatat sebagai salah satu tamu kehormatan pada acara terapi jiwa di Rutan Sinjai pada Agustus lalu.
Kendati demikian, di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern, keberadaan ulama yang mampu menghadirkan pencerahan rohani menjadi sangat penting. Ustadz Fadel hadir untuk menyampaikan ilmu, sekaligus sebagai penguat iman umat.
Harapan Masyarakat
Masyarakat Sinjai berharap kegiatan nasehat bertajuk Hikam semacam ini bisa terus berlanjut. Selain menjadi sumber ilmu, juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan antar sesama. Nilai-nilai Islam yang disampaikan Ustadz Fadel diharapkan mampu menjadi pegangan dalam menghadapi tantangan hidup.
Bagi masyarakat hal tersebut beriringan dengan motivasi untuk memperbaiki diri setelah mendengarkan dakwahnya.
Menyemai Hikmah untuk Generasi Mendatang
Banyak pihak berpandangan bahwa nasihat Ustadz Fadel adalah warisan nilai yang akan terus mengalir. Generasi muda di Sinjai diharapkan bisa melanjutkan tradisi mencari ilmu dan menebarkan hikmah.
Islam mengajarkan bahwa ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah. Alhamdulillah karena pesan-pesan sederhana namun bermakna, Ustadz Fadel telah menanamkan benih amal yang insyaAllah akan terus berbuah kebermanfaatan bagi sesama.
Nasehat/Nasihat bertajuk Hikam dari gawang moral di Bumi Panrita Kitta memperkuat identitas sebagai tanah ilmu dan hikmah. Pesan yang lahir dari hati seorang ulama menyentuh hati banyak orang, bahkan melintasi batas ruang dan waktu. ****




















