SINJAI, — Kapolsek Sinjai Timur, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muksin Sirajuddin S.Sos.,M.Si memimpin personel untuk mengatur antrean kendaraan roda dua dan empat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mangarabombang, Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pada Jumat (27/03/2026) pagi hingga siang.

Kapolsek memastikan kelancaran arus antrean dan keamanan selama proses pengisian BBM berlangsung. Menurut nya, antrean terjadi seiring meningkatnya kebutuhan Masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM), terutama selama periode libur dan arus mudik Lebaran.

Selain mengatur arus anterean, Kapolsek Sinjai Timur juga mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti aturan yang berlaku serta menjaga ketertiban selama mengantri, sehingga pelayanan dapat berjalan dengan lancar.

“Selain mengatur arus anterean, kami (Kapolsek, -red) bersama personel juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib, mengikuti aturan antrean, dan mematuhi arahan petugas demi menjaga keamanan serta kelancaran proses pengisian BBM,” ungkap AKP Muksin Sirajuddin.

Sementara itu, pihak administrasi SPBU Sinjai Timur, Zainuddin menjelaskan bahwa pasokan BBM dalam kondisi tersedia dan terus disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. “Distribusi dilakukan secara bertahap untuk memastikan pelayanan tetap optimal,” jelasnya.

Pihak SPBU juga mengingatkan pengendara untuk mengikuti prosedur antrean yang telah ditetapkan demi kenyamanan bersama.

AKP Sirajuddin menyatakan dengan tegas bahwa, situasi di SPBU tetap kondusif dan pelayanan BBM berjalan dengan tertib. “Situasi Kondusif,” tegasnya.

Tanggapi Isu Jerigen dan Kuota BBM

Sebelumnya diberitakan Insertrakyat.com pada Rabu (25/3/2026) dengan judul “Antrean Panjang BBM di Sinjai Timur, Warga Kaitkan dengan Isu Global dan Pembelian Jerigen.”

BACA JUGA :  Menyoal BBM, KP FRI Sindir Pedas Polda Sulsel dan Kejari Sinjai, Persoalan Tambang Belum Tuntas!

Masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan BBM sejak tiga hari terakhir. Warga menyebut antrean kendaraan mulai terjadi sejak Senin (23/03/2026) hingga Rabu pagi. Kondisi tersebut menyebabkan ratusan kendaraan memadati area SPBU.

Seorang warga, inisial M, mengaku telah mengantre sejak pagi hari. Ia menyampaikan bahwa antrean terjadi setiap hari dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya sudah di sini sejak pukul 08.00 pagi. Setiap hari harus antre. Mungkin ini juga dampak isu perang luar negeri (Iran -Israel – Amerika), sehingga berdampak pada BBM,” ujarnya.

Ia juga menyoroti praktik pembelian BBM menggunakan jerigen. Ia menilai pembelian menggunakan jerigen memperparah antrean dan mengurangi kesempatan pengendara untuk mendapatkan BBM.

Ia berharap petugas dapat mengutamakan pengisian bagi kendaraan dibandingkan pembelian menggunakan jerigen. Ia menilai langkah tersebut dapat membantu mengurangi antrean panjang.

Warga lain menyampaikan harapan agar pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM. Warga meminta pemerintah memastikan distribusi BBM berjalan lancar di seluruh wilayah.

Selain itu, masyarakat meminta aparat terkait melakukan pengawasan terhadap praktik pembelian BBM dalam jumlah besar. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk mencegah penimbunan dan menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat umum.

Kendati demikian, ditanya terkait pengisian jerigen, Kapolsek menjawab bahwa sejauh pemantauan di lokasi sejak pagi hingga siang, di SPBU Sinjai Timur menerapkan zero pengisian jerigen.

BACA JUGA :  Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tanggapi Polemik SPBU Langara Konkep Sultra: Perbaikan Sedang Berjalan

“Yang prioritas motor dan mobil [kendaraan], dan pihak SPBU telah masang spanduk jadi tidak ada pengisian jerigen,” ungkap AKP Muksin Sirajuddin kepada Insertrakyat.com, Jumat (27/3/2026).

Menanggapi soal informasi yang meluas terkait dengan kelangkaan BBM hingga kuota atau pasokan BBM dari PT Pertamina ke SPBU Sinjai Timur minim.

Kapolsek dan pihak SPBU Sinjai Timur menyatakan bahwa sejauh ini tidak terjadi kelangkaan BBM dan kuota tetap berjalan dengan lancar setiap hari. “Tidak ada kelangkaan BBM, namun memang, aktivitas masyarakat yang meningkat sehingga penggunaan BBM juga meningkat. Jata (Kuota) BBM di SPBU Sinjai Timur, setiap hari mulai dari 8 ton hingga 16 ton,” pungkasnya.

Belum berhenti sampai disitu, Kapolsek Sinjai Timur mengutarakan bahwa, berdasarkan hasil analisa dan informasi dari pihak SPBU Sinjai Timur, untuk anterean diperkirakan akan berlangsung hingga minggu depan. “Anterean diprakirakan sampai minggu depan, ini juga merupakan bagian dari momen arus balik lebaran,” Imbuhnya. Ia juga  berharap agar masyarakat lebih bijak menyikapi fenomenal anterean BBM di SPBU. “Harapan kita masyarakat tetap bijak,” kunci AKP Muksin Sirajuddin tepat pukul 14.32 Wita.

Tanggapan PT Pertamina melalui Kantor Pertamina Patra Niaga Sulawesi nihil.

Berbicara mengenai BBM di Sinjai tidak terlepas dari genggaman kebijakan PT Pertamina melalui Patra Niaga Sulawesi.

Lantas, Kantor Pertamina Patra Niaga Sulawesi yang terletak di Kota Makassar saat dikonfirmasi oleh Insertrakyat.com melalui sambungan daring (dalam jaringan) menjawab singkat. “Siap,” tulis Staf Humas, Hj. Yukoana, tepat pukul 14.35 WITA.

BACA JUGA :  Kapolsek Sinjai Timur Melayat dan Kawal Pemakaman Ustadz H. Najamuddin Marzuki, Ulama Karismatik Sinjai

Sedikitnya ada 24 pertanyaan konfirmasi yang diajukan Insertrakyat.com mencakup esensial BBM di sejumlah SPBU Kabupaten Sinjai. Lengkapnya tanggapan konfirmasi Pertamina Patra Niaga masih diupayakan diperoleh lebih lanjut.

Menteri ESDM Bahlil Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Tekanan Energi Global

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih dalam kondisi aman meski sejumlah negara menghadapi krisis energi.

Hal ini disampaikan saat melakukan peninjauan di SPBU wilayah Solo, Jawa Tengah. Ia menyebut cadangan BBM nasional saat ini masih berada pada level aman, yakni sekitar 21 hingga 28 hari.

Menurutnya, pasokan energi dalam negeri tetap terjaga karena distribusi berjalan lancar serta didukung kapasitas pengolahan dari kilang yang ada di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga telah mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan sebagian sumber impor minyak mentah dari wilayah terdampak konflik ke negara lain guna menjaga stabilitas pasokan.

Meski situasi global tengah bergejolak akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

“Meski situasi global turut terdampak, kita patut bersyukur karena ketersediaan BBM di dalam negeri, baik bensin, solar, maupun LPG, saat ini masih terpenuhi dengan baik,” saat melakukan sidak di Jawa Tengah, Kamis (26/03/2026) — Insertrakyat.com melansir dari kedai berita Tempo.co Jumat Sore.

Penulis : Ady/Za/Agy
Editor    :Zamroni