Mantum Ketua HMI Komisariat Megarezky dan, Wasek Bidang Pertahanan badko HMI Sulsel Sudarman, meminta Kapolri mengevaluasi prosedur penggunaan senjata api menyusul kasus penembakan remaja di Makassar.
Sudarman menilai peristiwa tersebut perlu disikapi secara bersama. Dan mengenai peninjauan terhadap standar penggunaan Senjata sangat mendesak dilakukan oleh Kapolri terhadap personil polri.
Sudarman menegaskan, standar penggunaan kekuatan [senjata], aparat harus menjadikan tembakan sebagai langkah terakhir. Polisi seharusnya terlebih dahulu menempuh berbagai upaya persuasif sebelum menggunakan senjata api.
Aturan kepolisian juga menegaskan bahwa penggunaan senjata api hanya dibenarkan ketika situasi benar-benar mengancam keselamatan. Karena itu, menurut Sudarman, aparat perlu memastikan semua langkah lain telah dilakukan sebelum memutuskan “menembak.”
“Polisi memang dapat menembak tanpa tembakan peringatan dalam kondisi tertentu. Namun tindakan tersebut hanya dapat dilakukan jika terdapat ancaman langsung yang membahayakan nyawa dan tidak ada waktu untuk menjalankan prosedur peringatan7,” imbuh Sudarman, Sabtu, (7/3/2026).
Lebih lanjut Sudarman menyatakan setiap penggunaan senjata api, tetap harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan prosedural. Terkait insiden di Makassar, aparat mesti menjelaskan secara transparan alasan tindakan tersebut kepada publik.
Sudarman khwatir insiden berulang, ia juga menyoroti konteks “kemungkinan” [accidental discharge] atau senjata api yang meletus tanpa niat menembak. Menurutnya, dalam hukum, peristiwa tersebut tetap harus diuji untuk memastikan apakah benar kecelakaan atau akibat kelalaian.
Sudarman meminta aparat melakukan pembuktian melalui proses penyelidikan yang objektif. Ia menilai penyidik harus memastikan secara jelas penyebab terjadinya penembakan tersebut.
Belum berhenti sampai disitu, Sudarman berharap agar Kapolrestabes tidak terburu-buru menyimpulkan kejadian sebagai insiden tidak sengaja.
Menurut dia, kepolisian harus melalui proses penyelidikan menyeluruh dan pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab sebenarnya.
Lengkapnya, Sudarman menegaskan agar pihak kepolisian tidak mengaitkan prestasi pribadi dengan kasus penembakan tersebut.
“Penanganan kasus ini harus berfokus pada pembuktian hukum demi menghadirkan keadilan,” pungkasnya.
Berbicara prestasi dan kriminalitas di tubu institusi, Ferdi Sambo juga berprestasi.
(Rahmat)






















