BANDA ACEH, INSERTRAKYAT.COM, — Potensi minyak dan gas bumi (migas) Aceh perlu diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar pemuda lokal memiliki akses lebih luas terhadap peluang kerja di industri energi.

Ketua Persatuan Pemuda Aceh Serantau sekaligus mahasiswa Magister Hukum Universitas Trisakti, Rifqi Maulana, menilai pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan migas.

Baca Juga :  Menteri PU: Proyek Bendungan Bulango Ulu Gorontalo Rampung Akhir 2025

Menurut Rifqi, pemuda Aceh membutuhkan akses terhadap pelatihan teknis, sertifikasi profesi, informasi karier, dan program magang agar mampu memenuhi standar industri.

Ia mendorong perusahaan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan memperkuat kerja sama dalam menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan sektor migas.

Peluang tersebut juga terbuka bagi lulusan berbagai disiplin ilmu. Selain bidang teknis, industri migas membutuhkan tenaga profesional di bidang hukum, keuangan, logistik, teknologi informasi, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan.

Baca Juga :  Wamendes Ariza Pimpin Revolusi Bersih-bersih, Kampanye ASRI Presiden Prabowo Dimulai dari Kalibata

Rifqi menilai transparansi informasi rekrutmen dan pemetaan kebutuhan kompetensi dapat membantu pemuda mempersiapkan diri sejak dini. Organisasi kepemudaan juga dapat menjembatani komunikasi antara generasi muda, institusi pendidikan, dan dunia industri.

Baca Juga :  Banjir Bandang Terjang Pulau Siau Sulawesi Utara, Begini Reaksi Menteri PU

“Pemuda Aceh harus dipersiapkan menjadi bagian dari kemajuan industri, bukan sekadar menyaksikan perkembangannya,” tegas Rifqi saat dihubungi di Jakarta, pada Rabu (14/10/2026) malam.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan migas perlu dinilai pula dari kontribusinya terhadap peningkatan keterampilan, kesempatan kerja berkualitas, dan ekonomi masyarakat lokal.

 

Jurnalis/Penulis: Zamroni

Redaksi/Editor: Supriadi Burarerah

BERITA TERKINI EDITORIAL

Berita Terbaru

Memuat berita...