BENGKALIS, – Lonjakan volume kendaraan menyebabkan kemacetan panjang di Pelabuhan Roro Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, pada hari keempat Lebaran Idul Fitri, Selasa (24/03/2026). Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik dan arus balik.

Petugas pelabuhan mencatat antrean kendaraan mulai meningkat sejak pagi hari. Kendaraan roda dua mendominasi antrean yang memanjang dari gerbang luar pelabuhan hingga pintu masuk kapal. Kondisi ini membuat penumpang menunggu berjam-jam di bawah terik matahari.

Seorang penumpang mengaku dirinya telah mengantre sejak pukul 10.00 WIB. Ia menyatakan dirinya belum mendapatkan giliran naik kapal hingga pukul 14.30 WIB. Ia menyampaikan keluhan karena kondisi tersebut terus terjadi setiap tahun.

BACA JUGA :  Mendagri Desak Pemda Atasi Pasar Tumpah dan Perbaiki Jalan, Pakai Dana BTT

“Saya sudah mengantre sejak pagi, tetapi sampai sekarang belum juga berangkat. Cuaca sangat panas dan kondisi ini melelahkan,” ujarnya.

Penumpang tersebut menjelaskan dirinya menunda keberangkatan hingga keesokan hari. Ia mengambil keputusan tersebut karena waktu sudah sore dan ia menghindari perjalanan malam menggunakan sepeda motor bersama istrinya.

“Saya menunda keberangkatan hingga besok. Saya tidak berani melakukan perjalanan malam dengan sepeda motor bersama istri,” tambahnya.

Penumpang lain menyampaikan keluhan serupa terkait antrean panjang di pelabuhan. Ia menilai kondisi tersebut terus berulang setiap musim Lebaran tanpa adanya perubahan signifikan.

BACA JUGA :  Skandal Retribusi di Pelabuhan RoRo Air Putih

Ia mempertanyakan langkah konkret dari pihak terkait dalam mengatasi kemacetan tersebut. Ia menilai perencanaan yang lebih baik dapat mencegah terjadinya antrean panjang.

“Saya tidak memahami alasan kondisi ini terus terjadi setiap tahun. Saya berharap ada solusi yang jelas untuk mengatasi kemacetan ini,” ungkapnya.

Penumpang tersebut juga menyebutkan informasi mengenai lima kapal Roro yang beroperasi. Ia menilai jumlah tersebut belum mampu mengurai antrean kendaraan secara optimal.

Ia berharap pihak terkait melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan dan pengaturan arus kendaraan. Ia menilai perbaikan sistem dapat meningkatkan efektivitas pelayanan di pelabuhan.

“Jumlah kapal sudah ada, tetapi antrean tetap panjang. Pihak terkait perlu memperbaiki sistem agar antrean tidak terus terjadi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kemenhub Siapkan 520 BUS Mudik Gratis Lebaran 2025

Masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil kebijakan strategis untuk mengatasi kemacetan tersebut. Masyarakat menilai peningkatan kualitas pelayanan penting untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.

Selain itu, masyarakat menginginkan solusi jangka panjang untuk mencegah kemacetan berulang setiap tahun. Masyarakat menilai evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional menjadi langkah yang mendesak.

Masyarakat berharap kondisi pada musim Lebaran mendatang dapat membaik. Masyarakat menginginkan kelancaran arus transportasi di wilayah Bengkalis tanpa antrean panjang yang melelahkan.

Penulis: Romi

Editor : Zamroni

Ikuti akun media sosial Insertrakyat.com