JAKARTA, – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 7–9 April 2026 di Jakarta. Acara tersebut akan menyelaraskan kebijakan organisasi dengan program prioritas pemerintah, termasuk Asta Cita.
“LDII harus menjadi mitra strategis pemerintah. Munas X diarahkan untuk menghasilkan program sejalan dengan Asta Cita, penguatan SDM unggul, ketahanan sosial, hingga menjaga kerukunan dan stabilitas nasional,” kata Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, Senin (30/3/2026) .
KH Chriswanto meminta seluruh pengurus LDII, dari DPW hingga PAC, memanfaatkan momen Idul Fitri untuk menyerap aspirasi publik.
“Silaturahim Idul Fitri idealnnya di jadikan forum komunikasi aktif dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan alim ulama. Aspirasi dari bawah menjadi bahan utama Munas,” ujarnya.
Pendekatan bottom-up ini penting agar kebijakan organisasi berbasis kebutuhan riil masyarakat. LDII juga menegaskan peran menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman, sejalan dengan Asta Cita.
“Munas X harus menghasilkan langkah konkret yang memperkuat sinergi ormas, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa. LDII siap menjadi bagian solusi dalam menjaga persatuan dan mempercepat pembangunan nasional,” tambah KH Chriswanto.
Ketua DPD LDII Jakarta Utara, Pudya Sanjaya, menegaskan kesiapan daerah mengawal implementasi hasil Munas.
“Kami fokus pada program yang langsung dirasakan masyarakat, penguatan karakter generasi muda, dakwah menyejukkan, dan kontribusi sosial lingkungan. Aspirasi dari Idul Fitri akan kami bawa ke Munas sebagai suara akar rumput,” tegasnya.
Munas X diharapkan menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat internal LDII sekaligus meningkatkan kontribusi bagi Indonesia harmonis, maju, dan berdaya saing.
“LDII ingin hadir sebagai organisasi responsif terhadap zaman dan kebutuhan bangsa. Munas X adalah langkah penting menuju ke sana,” pungkas KH Chriswanto.
Dapatkan berita terbaru melalui aplikasi Whatsapp, Follow whatsapp channel INSERTRAKYAT.COM














