Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI), Azhar Sidiq, menegaskan bahwa organisasi harus tetap menjadi ruang kaderisasi dan pembentukan kepemimpinan mahasiswa hukum di Indonesia.
Penegasan itu disampaikan Azhar saat menghadiri peringatan Dies Natalis ke-44 PERMAHI yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang digelar DPC PERMAHI Banten di Banten, pada Sabtu (7/3). Kegiatan berlangsung hangat dan menjadi ajang silaturahmi antara kader aktif dan para alumni PERMAHI.
Sejumlah alumni turut hadir, di antaranya Bachtiar Rifai, Ferry Once, dan Yulia. Kehadiran para alumni dinilai menjadi bentuk dukungan moral terhadap keberlanjutan gerakan intelektual mahasiswa hukum di daerah tersebut.
Selain silaturahmi, kegiatan juga diisi tausiyah Ramadan yang disampaikan Ustad Ardi. Dalam ceramahnya, ia mengajak peserta memaknai Ramadan sebagai momentum memperkuat nilai integritas, kejujuran, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua DPC PERMAHI Banten, Nurul Hakim, mengatakan peringatan Dies Natalis bukan sekadar seremoni organisasi. Menurutnya, momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi kader untuk terus menghidupkan nilai-nilai kepermahian dalam setiap gerakan mahasiswa hukum.
Sementara itu, Azhar menegaskan bahwa PERMAHI harus tetap menjadi ruang pembelajaran dan inkubasi kepemimpinan bagi mahasiswa hukum di seluruh Indonesia.
“PERMAHI harus terus menjadi ruang berproses bagi mahasiswa hukum. Di sinilah gagasan, integritas, dan kepemimpinan ditempa,” ujarnya.
Menurut Azhar, selama lebih dari empat dekade, PERMAHI telah menjadi rumah intelektual bagi mahasiswa hukum untuk mengasah nalar kritis sekaligus membangun komitmen terhadap penegakan hukum yang berkeadilan.
Ia juga mendorong seluruh cabang PERMAHI di berbagai daerah untuk menjaga semangat organisasi sebagai bagian dari perjuangan membangun sistem hukum yang berintegritas dan berpihak pada masyarakat.
“Setiap kader harus membawa nilai keadilan dan kemanusiaan dalam perjalanan profesionalnya kelak, baik sebagai advokat, akademisi, hakim, jaksa, maupun profesi hukum lainnya,” kata Azhar.
Peringatan Dies Natalis ke-44 PERMAHI di Banten berlangsung dalam suasana kekeluargaan antara kader dan alumni. Momentum ini menegaskan bahwa PERMAHI tidak sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan komunitas intelektual yang terus melahirkan generasi pemimpin hukum bagi masa depan Indonesia.























