SINJAI, Insertrakyat.com — Proyek solongan pertanian di Kabupaten Sinjai mulai menuai sorotan publik. “Solongan” dalam bahasa Bugis merujuk pada jaringan irigasi yang menyalurkan air ke lahan pertanian, terutama sawah.
Proyek ini dinilai strategis karena berdampak langsung pada kebutuhan petani dan keberlangsungan musim tanam. Jaringan irigasi yang berfungsi optimal menjadi faktor penentu produktivitas pertanian di sejumlah wilayah agraris Sinjai.
Namun, hasil investigasi di lapangan menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian antara pengerjaan proyek dan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Beberapa bagian saluran irigasi terlihat berbeda dari rancangan awal, baik dari segi material maupun konstruksi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa fungsi solongan bisa terganggu, berpotensi menurunkan efisiensi distribusi air ke sawah.
Sejumlah Masyarakat mengaku khwatir soal kualitas bangunan irigasi tersebut. “Kita mulai meragukan kualitasnya,” Imbuhnya terenyuh. Mereka berharap agar pemerintah melalui pihak terkait lebih intensif melakukan pengawasan.
Penelusuran dan investigasi terkait dengan kegiatan tersebut masih dilakukan Tim InsertRakyat.com.Sejak Selasa lalu.
Adapun diketahui lokasi kegiatan bertempat di Kecamatan Tellu Limpoe. Kendati pun, jumlah anggaran dan informasi terkait kegiatan tersebut sulit diakses publik dan masyarakat secara utuh sebab di lokasi tidak ditemukan adanya papan proyek. Padahal Ketiadaan papan proyek memicu pertanyaan publik mengenai akuntabilitas dan pengawasan.
(Tim InsertRakyat.com/ M.Said Mattoreang).

































