Aceh Utara, — Ribuan jamaah memadati  Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda, Gampong Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, demi memperingati haul ke-5 almarhum ulama karismatik Aceh, Tgk. H. Mustafa bin Ahmad, atau Abu Paloh Gadeng.

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, akrab disapa Mualem meberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa almarhum dalam membina umat. “Abu Paloh Gadeng meninggalkan ilmu, santri, akhlak, dan semangat perjuangan untuk kemajuan umat. Kehadiran kita hari ini adalah bentuk cinta dan penghormatan,” ujar Mualem.

BACA JUGA :  Panglima TNI Resmikan Masjid Jami Ar-Rohman, Berkubah Baret Hijau

 

Menurut Gubernur, Abu Paloh Gadeng memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter generasi muda Aceh melalui pendidikan dayah dan dakwah yang menekankan keikhlasan, kesederhanaan, dan tanggung jawab sosial. Sosoknya istiqamah, membimbing umat dengan ilmu dan keteladanan, sehingga generasi muda memiliki akhlak dan adab.

Mualem menegaskan peran vital dayah dan ulama dalam menjaga moralitas masyarakat di tengah arus modernisasi. Pemerintah Aceh berkomitmen memperkuat dukungan bagi dayah sebagai benteng ilmu dan akhlak.

BACA JUGA :  Disdik Sulsel Keluarkan Edaran Wajib Hafalan Juz 30 Bagi Guru dan Siswa Muslim: Untuk Pembentukan Akhlak dan Literasi Al-Qur’an

“Dayah adalah akar peradaban Aceh. Pemerintah akan memastikan dayah di seluruh Aceh mendapatkan perhatian sesuai amanah UUPA,” tegasnya.

Abu Paloh Gadeng wafat pada 16 Desember 2020. Sejak itu, masyarakat, santri, ulama, dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah Aceh rutin memperingati haul, sebagai penghormatan atas jasanya dalam pendidikan dan dakwah Islam.

BACA JUGA :  Disdik Sulsel Keluarkan Edaran Wajib Hafalan Juz 30 Bagi Guru dan Siswa Muslim: Untuk Pembentukan Akhlak dan Literasi Al-Qur’an

 

Berikan dukungan anda dengan mengikuti berita terupdate melalui jejaring media sosial INSERTRAKYAT.com (Tersedia) ⤵️

 Ikuti Berita Insertrakyat.com