SINJAI – Nikita, siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sabillal Muhtadin, beberapa bulan terakhir tidak lagi aktif mengikuti kegiatan belajar, namun ia belum resmi putus sekolah.
Pihak sekolah juga masih membuka ruang untuk menerima Nikita untuk melanjutkan pendidikan di MTs.
Kepala Sekolah MTs Sabillal Muhtadin, Buhari S.Pd.I, menegaskan bahwa Nikita belum resmi putus sekolah. Penegasan itu disampaikannya saat Babinsa Desa Puncak, Serda Johny, melakukan konfirmasi langsung di sekolah, Rabu (1/10/2025).
Nikita diketahui sebagai anak yatim piatu. Ia tinggal bersama tantenya di Dusun Safaere, Kampung Boja, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.
Pihak sekolah menjelaskan, meski sudah lama tidak hadir, Nikita masih tercatat sebagai siswa aktif. Namanya pun tetap terdaftar sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
“Benar, beberapa bulan terakhir Nikita tidak masuk sekolah, tapi belum resmi putus. Namanya masih tercatat sebagai siswa penerima PIP,” kata Serda Johny, menirukan hasil komunikasi dengan Kepala Sekolah.
Serda Johny juga menyebutkan, Nikita berhenti datang ke sekolah karena jarak yang jauh membuatnya kelelahan. Faktor itu menjadi alasan utama sehingga ia tidak lagi berangkat belajar.
“Hasil komunikasi kami dengan Nikita, ia mengaku masih menerima bantuan PIP sebesar Rp750 ribu. Hal ini juga dibenarkan oleh kepala sekolah. Namun, karena jarak sekolah yang jauh, ia merasa tidak sanggup lagi melanjutkan,” ujarnya.
Babinsa menambahkan, pihaknya sudah membuka kemungkinan solusi agar Nikita bisa tetap bersekolah. “Jika masih ingin melanjutkan, kami siap membantu proses pindah ke sekolah terdekat. Bahkan kami tawarkan untuk tinggal di rumah kami di Bikeru, Sinjai Selatan,” jelasnya.
“Atas nama pribadi kami mohon maaf kepada Pihak sekolah Mts mungkin kurang Konfirmasi sehingga kami tidak mengetahui siswa Nikita Masi ada namanya dan terima dana PIP dan itu pun kami mendengar Info dari siswa Nikita yang menyampaikan bahwa tidak sekolah lagi dan harapan kami siswa Nikita bisa melanjutkan pendidikan sekolah agar bisa Mencapai cita cita,” ungkap Serda Jhoni.
Kendati demikian, Persoalan Nikita ini menjadi potret dinamis terkait akses pendidikan di wilayah pedesaan. Jarak sekolah yang terlalu jauh, minimnya fasilitas transportasi, serta kondisi sosial keluarga kerap membuat anak-anak kehilangan kesempatan belajar.
Diberitakan sebelumnya, berikut selengkapnya: Breaking News : Babinsa Desa Puncak Temukan Anak Yatim Piatu Putus Sekolah di Sinjai
***























