MAKASSAR, – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membahas teknologi terpadu melalui Indonesia Collaborative Forum 2026 yang diselenggarakan secara daring, pada Rabu (26/3/2026).

Forum ini menghadirkan ruang diskusi yang tidak sekadar menjadi tempat presentasi, tetapi menjadi wadah hidup yang mempertemukan semangat kolaborasi, rasa ingin tahu, dan keyakinan bahwa masa depan Indonesia memerlukan integrasi lintas disiplin ilmu.

Penyelenggara mengusung tema Indonesia 6.0: Perspektif Nanoedubiotechnomedicoeconopreneurship (NEBTMEP) dalam kegiatan tersebut. Tema ini mencerminkan kecenderungan perkembangan zaman yang menggabungkan ilmu pengetahuan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem terpadu.

Panitia mencatat forum ini mengalami akselerasi partisipasi yang signifikan. Panitia menyebut jumlah peserta awal kurang dari 10 orang, namun dalam waktu singkat meningkat menjadi 325 pendaftar dengan 214 partisipan aktif. Peningkatan ini menunjukkan bahwa gagasan kolaboratif mampu menarik perhatian publik secara luas.

Penyelenggara menilai forum ini memiliki daya tarik karena lahir dari keterbatasan waktu, tetapi berkembang melalui energi kolaborasi yang kuat. Forum ini menunjukkan bahwa sebuah gerakan besar dapat dimulai dari langkah sederhana dengan keberanian untuk memulai.

Tujuh narasumber hadir dalam forum ini dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Para narasumber menyampaikan materi yang berfokus pada masa depan teknologi dan integrasi ilmu pengetahuan.

Novi Irmania, Ph.D. menjelaskan konsep The Art of Nanotechnology 6.0. Ia menyatakan bahwa nanoteknologi berkembang menjadi sistem yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan, biologi molekuler, dan layanan kesehatan digital.

Kholis Abdurachim Audah, Ph.D. memaparkan konsep The Art of Bioinformatics 6.0. Ia menjelaskan bahwa bioinformatika berperan sebagai infrastruktur utama dalam membaca dan mengolah data biologis untuk mendukung kemajuan kesehatan.

Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D. membahas farmakogenetika dan farmakogenomika. Ia menjelaskan bahwa perbedaan respons obat pada setiap individu dipengaruhi oleh faktor genetik, sehingga diperlukan pendekatan terapi yang lebih personal dan presisi.

Prof. Dr. Hamzah Hasan Khaeriyah, M.Ag. mengangkat tema ekonomi Islam. Ia menekankan pentingnya nilai etika, keadilan, dan ketahanan ekonomi dalam mendukung kemajuan teknologi.

Asro Laelani Indrayanti, S.P., M.P. menjelaskan pentingnya kewirausahaan dalam mendorong inovasi. Ia menilai bahwa ide inovatif membutuhkan dukungan ekosistem bisnis agar dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata.

Rusmiyanto, S.Pd., M.Pd. memaparkan konsep Edukasi 6.0. Ia menekankan pentingnya pendidikan berbasis riset dalam menciptakan generasi masa depan yang adaptif dan inovatif.

dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. menyampaikan konsep Nanoimmunobiotechnomedicine. Ia menjelaskan integrasi antara imunologi, bioteknologi, dan nanoteknologi dalam menciptakan sistem medis yang lebih modern dan adaptif.

Forum ini dibuka oleh Dr. Niko Azhari Hidayat, SpBTKV., SubspVE(K)., FIATCVS selaku CEO dan Founder International Life Institute. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi lintas disiplin, khususnya di bidang kesehatan dan teknologi.

Ia menegaskan bahwa forum ini tidak hanya menjadi kegiatan diskusi, tetapi juga menjadi titik awal pengembangan kolaborasi lebih luas, seperti penelitian, kompetisi ilmiah, dan pengembangan startup di bidang kesehatan.

Peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan ini. Peserta menilai materi yang disampaikan mampu membuka wawasan dan memberikan pengalaman diskusi yang bermakna.

Narasumber juga memberikan apresiasi terhadap forum ini. Mereka menilai forum ini mampu menjadi sarana untuk menggali potensi inovasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Forum ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain International Life Institute (ILI), MABBI, Sciencepreneur, SMA 3 Semarang, Vascular Indonesia, dan AWMI. Dukungan tersebut menunjukkan kuatnya jejaring kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Melalui kegiatan ini, Unismuh Makassar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi tantangan masa depan. Forum ini menjadi bukti bahwa kemajuan Indonesia memerlukan integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai sosial dalam satu kesatuan yang berkelanjutan menuju Indonesia 6.0.

Penulis : Isma