SINJAI, (INSERT RAKYAT) — Semula kondisi kesehatan Sunarti (48), warga Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, viral hingga menyita perhatian publik pada Kamis (12/3/2026) pagi. Informasi yang beredar, Sunarti disebut telah mengalami lumpuh akibat stroke selama kurang lebih empat tahun. Namun berbeda dengan penjelasan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai. Demikian pula Kadisnsos menyebutkan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya tepat. Kapus Balangnipa pun bilang pada 13 Oktober 2025 petugas kesehatan memberikan pelayanan langsung kepada Sunarti di rumah tempat Sunarti tinggal.
Lengkapnya, sunarti beralamat di Jalan Flamboyan, Kelurahan Balangnipa. Namun dalam beberapa waktu terakhir ia tinggal menumpang di rumah kerabatnya di Jalan Bulu Bicara, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara.
Rumah yang sebelumnya ditempati telah dijual sekitar tujuh tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Sejak saat itu Sunarti bersama keluarganya berpindah-pindah tempat tinggal dan kini menetap sementara di rumah kerabat.
Faktor ekonomi keluarga turut mempengaruhi akses pengobatan. Selama beberapa waktu terakhir, Sunarti belum menjalani perawatan medis intensif. Salah satu kendalanya adalah persoalan administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan.
Selain itu, Sunarti juga diinfokan dalam dugaan belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam data administrasi, ia masih tercatat sebagai pemilik rumah sehingga tidak masuk dalam kategori penerima bantuan. Sementara menurut keterangan keluarga, rumah tersebut telah lama dijual.
Keterbatasan ekonomi keluarga juga berdampak pada pendidikan anaknya yang terpaksa berhenti sekolah untuk membantu kebutuhan rumah tangga.
Kerabat Sunarti, Nining, menjelaskan keluarga sempat mengalami kesulitan membawa Sunarti berobat karena kendala administrasi BPJS serta kondisi ekonomi keluarga.
“Beliau tidak bisa dibawa berobat karena BPJS-nya sempat dianggap menunggak. Di Dinas Sosial juga diduga belum terdaftar sebagai penerima bantuan karena masih dianggap memiliki rumah,” ungkap Nining kepada wartawan di Sinjai, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, Andi Muhammad Idnan, menegaskan bahwa sebagian informasi yang beredar di masyarakat tidak sepenuhnya tepat.
“Ada yang keliru dalam informasi yang beredar. Saat ini saya sedang menyetir, sebentar lagi saya berikan keterangan terkait. Intinya informasi yang beredar keliru,” ujarnya saat dikonfirmasi Insertrakyat.com melalui sambungan daring sekitar pukul 15.31 WITA.
Di sisi lain, pihak layanan kesehatan menyampaikan bahwa sebelumnya telah ada upaya pemantauan terhadap kondisi Sunarti. Pada 13 Oktober 2025, petugas kesehatan dari Puskesmas Balangnipa tercatat melakukan kunjungan langsung ke tempat tinggal Sunarti untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Kepala Puskesmas Balangnipa, H. Mustamin, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Sunarti beberapa kali dikunjungi petugas penanggung jawab lingkungan bersama tim layanan kesehatan ketika masih tinggal di kawasan Flamboyan.
Namun setelah itu Sunarti berpindah tempat tinggal ke Jalan Dr. Sutomo dan kunjungan terakhir petugas kesehatan tercatat pada Oktober 2025. Selanjutnya Sunarti kembali berpindah ke Jalan Bulu Bicara.
“Karena yang bersangkutan berpindah tempat tinggal, petugas kesehatan yang sebelumnya memantau kehilangan kontak sehingga tidak terjadi penyerahan perawatan kepada petugas wilayah yang baru,” jelas H. Mustamin kepada Insertrakyat.com, Kamis (12/3/2026) tepat pukul 15.56 WITA.
Informasi mengenai keberadaan Sunarti kembali diterima pada 12 Maret 2026 setelah adanya laporan warga mengenai kondisi kesehatannya di Jalan Bulu Bicara.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim kesehatan melakukan kunjungan bersama yang melibatkan petugas penanggung jawab lingkungan, dokter puskesmas, tim PSC, serta unsur pemerintah Kecamatan Sinjai Utara.
Dalam pertemuan tersebut, suami Sunarti menyampaikan bahwa istrinya memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya diperkirakan memiliki tunggakan sekitar Rp5 juta. Hal itu membuat keluarga ragu membawa Sunarti berobat ke rumah sakit.
Namun setelah dilakukan pengecekan ulang, diketahui bahwa status kepesertaan BPJS Sunarti telah aktif.
Melalui koordinasi antara Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan rumah sakit, akhirnya keluarga menyetujui agar Sunarti dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis.
Sunarti kemudian dijemput menggunakan mobil ambulans puskesmas dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai Jln. Jendral Sudirman Kelurahan Biringere, untuk menjalani penganan medis.
Setibanya di rumah sakit, Sunarti langsung mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Informasi yang diterima sekitar pukul 14.47 WITA menyebutkan bahwa ia telah mulai menjalani perawatan.
“Barusan sekali kak. Ibu Kadis yang arahkan ke rumah sakit. Sekarang sudah di IGD,” tulis Nining melalui pesan singkat.
Mengenai kondisi pasien dan alur penanganan medis, drg. Fatmawaty Yusuf, Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Sinjai, memberikan tanggapan konfirmasi kepada Insertrakyat.com tepat pukul 19.12 WITA Kamis malam. Menurutnya, Pasien tiba di RSUD Sinjai pada pukul 14.11 WITA. Setibanya, Sunarti langsung ditangani oleh dr. Massalinri Hasmar, Sp.S, dokter spesialis saraf.
“Kondisi pasien secara umum lemah, dengan kelemahan di sisi kiri tubuh yang telah dialami sejak dua tahun terakhir. Riwayat medis mencatat pasien pernah terjatuh dari tangga, serta mengalami kesulitan berbicara dan batuk berdahak,” jelasnya.
Ditanya terkait kabar lumpuh selama empat tahun, drg. Fatmawaty menjawab dengan menegaskan bahwa Sunarti baru pertama kali berkunjung (dirawat) di RSUD Sinjai, sehingga belum ada catatan medis sebelumnya. “Berdasarkan anamnese dokter hari ini, keluhan pasien tercatat mulai muncul sejak dua tahun terakhir,” tegasnya.
Sunarti saat ini masih berada di IGD, dengan jaminan BPJS, sambil menunggu hasil CT scan sebagai bagian dari pemeriksaan medis lanjutan.
Dalam penanganan awal, pasien telah menerima terapi infus, pemberian obat Neurosanbe, Omeprazole, dan Piracetam, serta dilakukan pemeriksaan darah lengkap. (Red).





















