TALLE, begitu nama Kampung Halaman -saudara – saudara saya yang tinggal di sebuah Dusun, dulunya di sebut Dusun Lepang II. Dusun ini pernah dipimpin oleh Puang Juma. Setelah itu dipimpin pula oleh puang Ibrahim rumahnya tidak Jauh dari Masjid Nurul Amin.

Memasuki era Modern wilayah Dusun Gareccing dipimpin oleh seorang Sarjana Pendidikan yang mahir melafalkan Al Qur’an kategori Qari. Istrinya bernama Jusniati A.Aziz Tabah, memanggil namanya setiap pagi Bapaknya Rahmat. Di kantor Desa Talle, disapa formal dengan penyebutan Bapak Kadus Gsreccing, Jamaluddin, S.Pd.

Kilas balik, orang tua juga melahirkan penulis artikel ini pada Senin 12 Juni 1989 di sebuah gubuk sederhana. Di sana pula penulis dibesarkan hingga usia kini.

Pasca Reformasi 1998, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, ini telah memiliki banyak kemajuan. Puncaknya pada era kepemimpinan Ir Abd Rajab.

Jika ditarik dari Kalender 1998 hingga 1 April terbentang sejumlah Tranformasi, baik pada sistem administratif wilayah hingga pergantian pucuk pimpinan atau Kepala Desa Talle.

Desa Talle adalah wilayah yang terdiri dari delapan (8) Dusun termasuk Dusun Leppang II yang Bertranformasi menjadi Dusun Gareccing sejak beberapa tahun silam.

BACA JUGA :  TK Negeri 10 Sinjai Gelar Halal Bihalal, Tanamkan Akhlak Mulia dan Semangat Belajar

Awal mulanya pada 2016 Roda Pemerintahan dipimpin seorang leader tangguh. Dokumen negara bersifat formal jenis Ijazah perguruan tinggi mencatat Identitasnya “Ir. Abd Rajab”. Amatan saya pada suatu ketika saat berdiskusi soal arah kebijakan publik, saya melihat sosok diri Ir Abd Rajab bersahaja. Gaya penuturan kata yang diutarakan kepada saya saat itu terkemas secara alami. Intonasi penyampaian argumentasi publik sangatlah mapan. Ditambah sikap merangkum kritik dan saran masyarakat terbilang sangat Apik. Pemimpi seperti beliau ini tercatat dalam Buku yang berjudul “Hijrah” yang ditulis juga oleh penulis artikel ini dengan judul “Kami Menantikan Pemekaran Desa Talle, Esensi Naik Kelas,” di Sinjai pada 1 April 2026.

Ir Abd Rajab selalu menanamkan nilai-nilai luhur dan Budi pekerti bagi generasi muda. Pesan yang sangat saya ingat terdapat kalimat sederhana namun esensinya sangat membakar semangat gerakan pemuda. “Kalau pemuda hari esok hari tinggal Jiwa Muda.”

BACA JUGA :  Perjuangan Cut Nyak Dien - Ratu Aceh, Prof Bagus Muljadi : Manfaat Literasi

Sanur, mahasiswa sahabat Ir. Abd. Rajab. Ketika waktu berbuka puasa pada 19 Ramadhan di sebuah kedai sekitar Kampus Unhas Makassar bilang, Ir Abd Rajab adalah figur inspiratif yang memiliki peran multi talenta dalam melahirkan semangat gerakan aktivis pada masanya (era lampu sulo minyak tanah- 1980-an).

Kades Talle tiga periode itu dikenal tidak hanya sebagai pemikir, tetapi juga penggerak yang mampu membangun kesadaran kritis dan keberanian bersuara di kalangan internal dan eksternal kampus.

Darah Aktivis gerakan pemuda masih mendidih pada diri Ir Abd Rajab, meskipun usianya kini disapa sesepuh dari anak – anak binaannya dari berbagai daerah yang tidak hanya di Sulawesi Selatan tetapi juga di Sidoarjo hingga Papua dan Serambi Mekah atau Aceh.
Salah satunya Arifin kini di Papua, di sana ia berkerja pada lini Birokrasi, Syamsul di Jakarta dan Baihaki Akbar di Sidoarjo juga menjali hari – hari dengan aktifitas Multi utama dibidang hukum dan politik hingga sosial serta literasi berama dengan jaringan 1Tulisan Indonesia Timur. Semua komponen elemen ini merupakan basis binaan intelektual Ir Abd Rajab.

BACA JUGA :  Menjawab Bambang Prakuso: Menjernihkan Cara Pandang terhadap Pegiat Literasi

Berbicara tentang Desa Talle lebih dalam, tulisan ini akan mengajak pembaca yang Budiman untuk berjalan – jalan di seputaran area publik Desa Talle. Namun sebelum kita jauh melangkah ada kalanya kita merenungkan soal Wacana Pemekaran Desa Talle. Berkenaan bersama kita sepakat menanti, jika tidak datang kita menjemput untuk hari – eso dan seterusnya. Semoga saja wacana pemekaran Desa Talle terealisasi sebelum magrib tiba.

Desa Talle layak dimekarkan sebab Jumlah Penduduk telah mencapai tingkat populasi kategori Penduduk padat dengan jumlah kurang lebih 6000 Jiwa adapun wilayah melingkupi 8 Dusun termasuk Gareccing yang persiapan wilayah Pemekaran Desa baru. Di sanalah persiapan sudah dimulai oleh para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan pemerhati sosial dan literasi hingga pemantau kebijakan publik.

Tulisan akan dilanjutkan pada 7 April 2026. Oleh Supriadi Buraerah “Penulis Buku “Hijrah.” dan Dewan Redaksi Tabloid Merah Putih Pos – Pimpinan Redaksi Insertrakyat.com – Sinjai.

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214