Penulis: Luthfi
Editor : Tim Redaksi
JAKARTA, – Juru bicara (Jubir), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo mengutarakan kepada Insertrakyat.com bahwa, KPK menempatkan kampanye antikorupsi sepanjang 2026 dengan pendekatan langsung ke masyarakat melalui program kreatif dan berbasis ruang publik, Sabtu (28/3/2026)
Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi (Soskam) KPK menjalankan empat program utama, yakni Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA), Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026, program BenarBenar, dan Pariwara Antikorupsi 2026.
Direktur Soskam KPK, Amir Arief, menyatakan seluruh program tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat dengan pesan yang sama. “Empat program ini akan berjalan berdampingan, menyasar kelompok masyarakat, dan menanamkan pesan ‘Biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa’,” ujarnya.
KPK menggelar program JNBA di 15 kabupaten/kota di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dengan konsep pasar malam. KPK menghadirkan ruang dialog terbuka di alun-alun kota untuk mendekatkan pesan antikorupsi tanpa pendekatan formal.
KPK mencatat pelaksanaan JNBA 2025 telah menjangkau 14 provinsi dan 73 kabupaten/kota dengan jarak tempuh lebih dari 10.000 kilometer serta melibatkan hampir 500.000 masyarakat. KPK juga mencatat sekitar 1,4 juta masyarakat telah terpapar nilai antikorupsi melalui program tersebut.
KPK menghadirkan berbagai kegiatan dalam JNBA, mulai dari tenda edukasi, pemutaran film, kelas publik, permainan edukatif, hingga diskusi bersama penyuluh antikorupsi daerah. KPK juga menghadirkan layanan publik seperti administrasi kependudukan, kesehatan, perpajakan, kepolisian, UMKM, dan imigrasi.
KPK turut mengangkat isu strategis seperti Pertambangan Emas Tanpa Izin melalui seminar tematik sebagai bagian dari edukasi dampak korupsi terhadap lingkungan.
KPK menggelar ACFFEST 2026 sebagai kampanye berbasis film yang memasuki tahun ke-12. Program ini menyasar sineas muda di 12 provinsi untuk mengangkat isu korupsi dalam kehidupan sehari-hari melalui film pendek fiksi dan dokumenter.
KPK menjadwalkan puncak festival film antikorupsi di Yogyakarta pada November 2026. KPK juga menggelar program “Movie Day” di 12 provinsi dengan pemutaran film dan diskusi bersama komunitas serta sineas lokal.
KPK membuka berbagai kategori kompetisi dalam ACFFEST, mulai dari ide cerita film pendek, film pendek pelajar, hingga kompetisi berbasis isu sumber daya alam.
KPK menyasar generasi muda melalui program BenarBenar dengan pendekatan hiburan dan budaya. KPK menggelar teater musikal, podcast, literasi buku, serta kompetisi stand-up comedy bertema antikorupsi.
KPK merancang program tersebut untuk menjangkau kelompok usia 17 hingga 35 tahun melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk pertunjukan, konten digital, dan diskusi publik.
KPK juga melibatkan komunitas, kreator, akademisi, hingga publik figur dalam pelaksanaan program untuk memperluas jangkauan kampanye.
KPK mendorong pemerintah daerah melalui program Pariwara Antikorupsi 2026 untuk memproduksi kampanye pencegahan korupsi. KPK mengarahkan kampanye tersebut pada isu pungutan liar, suap, dan penyalahgunaan fasilitas negara.
KPK menyediakan pendampingan melalui workshop, konsultasi, dan panduan teknis agar pemerintah daerah mampu menghasilkan kampanye yang sesuai prinsip integritas.
KPK menilai kampanye antikorupsi harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan masyarakat, budaya, dan ruang publik.
KPK menegaskan pemberantasan korupsi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. “Melalui JNBA, KPK hadir di tengah masyarakat. Melalui ACFFEST, KPK berbicara lewat cerita. Melalui BenarBenar, KPK menggugah generasi muda. Melalui Pariwara, KPK memperkuat garda pelayan publik,” pungkas Amir Arief.
Dapatkan Berita terbaru melalui Whatsapp channel INSERTRAKYAT.COM















