“KJJT tunjuk Plt Noor Arief Prasetyo pasca meninggal Ketua Ade, 6 dampak langsung terlihat pada jalannya organisasi namun tetap solit.
KEHILANGAN Ketua Umum Slamet Maulana (Ade) sempat menjadi titik kritis bagi Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT). Duka dan tanggung jawab lalu bertaut dalam satu momentum;
Selasa (7/4/2026), pengurus, pendiri, dan anggota dari berbagai kota dan kabupaten berkumpul di Perum Kodam Surabaya. Noor Arief Prasetyo ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum. Penunjukan ini menjadi langkah strategis agar roda organisasi tetap berputar, sambil menyiapkan Musyawarah Nasional untuk memilih ketua definitif pada Agustus 2026.
Momen ini menegaskan keberlangsungan KJJT tetap terjaga melalui mekanisme AD/ART dan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO). Semua keputusan diambil berdasarkan aturan formal, menjaga stabilitas internal dan koordinasi antar anggota.
Kehadiran seluruh tokoh, pengurus, dan anggota awalnya untuk melaksanakan tahlil dan doa bersama bagi almarhum Ade. Suasana rumah duka dipenuhi haru, saat anak, istri, anggota, dan pengurus meneteskan air mata, menyaksikan jasa almarhum yang menguatkan identitas KJJT.
Agusnal Fitralius Hakim, pendiri sekaligus pengurus KJJT, menjelaskan mekanisme penggantian ketua apabila berhalangan tetap, termasuk meninggal dunia. “Sebelum menuju musyawarah anggota, maka ditunjuk Plt untuk melanjutkan organisasi sampai kepanitiaan musyawarah terbentuk dan dilakukan Musyawarah Nasional,” ujarnya.
Plt Ketua Umum Noor Arief Prasetyo menerima amanah ini dengan kesadaran penuh tanggung jawab historis dan moral. “Innalillahi wainna ilaihi rojiuun, saya terima amana ini. Dan memang saya selaku pendiri KJJT, akhirnya harus membayar hutang berbunga yakni membesarkan organisasi sesuai ideasi almarhum Zamzami, inisiator KJJT dan kini, Slamet Maulana (Ade) selaku penerus,” imbuhnya.
Noor Arief mengajak seluruh anggota tetap semangat agar kegiatan organisasi berjalan normal. “Anggap ketua umum masih mas Ade, sampai dipilih ketua baru di musyawarah nanti, Agustus 2026. Kami jalankan ini sampai akhir di situ. Segala kekurangan administrasi dan surat menyurat yang belum selesai kami harap segera koordinasi, bisa menghubungi Ketua Perwakilan KJJT Jombang nanti disampaikan ke pengurus,” ajaknya.
Acara tahlil dan doa bersama yang dipandu Isma Hakim R berlangsung khidmat. Testimoni anggota menyingkap jasa almarhum dalam membela wartawan tertindas. Suasana menjadi sakral dan manusiawi, ketika anggota dan keluarga meneteskan air mata, menegaskan solidaritas dan profesionalisme.
“Selamat jalan Ade, perjuanganmu membela wartawan tertindas akan terus kami lanjutkan,” tegas Bang Mail, wartawan Pamekasan, memperkuat semangat kolektif KJJT.
Penunjukan Plt Noor Arief Prasetyo kelanjutan program yang diharapkan berjalan lancar, administrasi lengkap, kesiapan Musyawarah Nasional terjamin, dan moral anggota meningkat. Roda organisasi tetap berjalan, legacy almarhum dihormati, dan KJJT menghadapi masa depan dengan konsistensi dan tanggung jawab. (Refit)


















