Aceh Utara, InsertRakyat.com .Rabu, (11/3/2026) –Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Aceh Utara, Syibral Mulasi, turun langsung menemui warga korban banjir di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Di sana Syibral berbagi menu buka puasa berupa makanan siap saji.

Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka pada hari ke-21 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, itu dilakukan dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun 2025.

Dengan berjalan menyusuri pemukiman yang terdampak, Syibral menyerahkan nasi kotak kepada masyarakat, terutama keluarga yang rumahnya rusak berat bahkan hilang akibat terjangan banjir. Kehadirannya disambut hangat oleh warga yang hingga kini masih menjalani kehidupan sederhana di tengah proses pemulihan.

Menurut Syibral, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen partai untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi sulit seperti bencana.

“Di bulan Ramadan ini kami ingin berbagi dengan masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir. Semoga bantuan sederhana ini bisa membantu mereka saat berbuka puasa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran kader partai di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks politik, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap warga yang membutuhkan dukungan.

Bagi masyarakat Desa Blang Peuria, perhatian yang diberikan tersebut memiliki arti tersendiri. Sebagian besar warga masih berada dalam tahap pemulihan setelah banjir yang melanda beberapa bulan lalu menyebabkan kerusakan rumah serta kerugian ekonomi.

Salah seorang warga, Paknek, mengungkapkan bahwa bantuan makanan menjelang waktu berbuka puasa sangat membantu, terutama bagi keluarga yang saat ini masih tinggal di hunian sederhana dengan perlengkapan terbatas.

“Hampir empat bulan pascabencana kami belum menerima dana bantuan apa pun dari pemerintah. Kami yang rumahnya hilang berusaha bangkit secara mandiri. Menjelang Lebaran, kami masih menanti bantuan rumah atau bantuan dana lain yang katanya akan diberikan pemerintah pusat,” kata Paknek.

Kegiatan berbagi tersebut sekaligus mencerminkan nilai gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat. Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah spiritual, tetapi juga sebagai waktu memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Selain menyalurkan bantuan, Syibral juga menyempatkan diri berdialog dengan warga guna mendengar langsung kondisi serta kebutuhan mereka pascabencana.

Gerakan sederhana tersebut menjadi simbol bahwa di tengah situasi sulit, kepedulian dan kebersamaan tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

Bantuan yang hadir pada waktu yang tepat diharapkan mampu memberi semangat bagi warga untuk terus bangkit dari dampak bencana yang mereka alami. Adapun banjir terjadi pada November 2025 lalu.

Berikan dukungan anda kepada Insertrakyat.com dengan mengikuti berita terupdate melalui jejaring media sosial. (Tersedia) ⤵️

 Ikuti Berita Insertrakyat.com