ACEH UTARA, INSERTRAKYAT.com — Kepedulian terhadap warga terdampak banjir bandang di pelosok Aceh Utara ditunjukkan langsung oleh Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir. Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu turun langsung menyalurkan bantuan tanggap darurat ke Gampong Rumoh Rayeuk dan Gampong Bukit Linteung, Kecamatan Langkahan. Di sana Ka Na menggendong bayi yang ikut terdampak bencana.
Adapun diketahui, Kedua gampong tersebut termasuk wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang. Derasnya arus air menyapu permukiman warga, merusak rumah-rumah, dan memaksa sebagian besar masyarakat mengungsi. Meski beberapa bangunan masih berdiri, kondisinya tak lagi utuh dan tidak layak huni.
Usai menyalurkan bantuan, Kak Na menekankan pentingnya pengelolaan logistik yang tepat sasaran. Ia meminta petugas posko di tingkat gampong menyusun daftar kebutuhan mendesak untuk kemudian diajukan ke posko utama, agar distribusi bantuan lebih terarah dan tidak terjadi penumpukan barang yang tidak dibutuhkan.
“Petugas posko gampong perlu mencatat kebutuhan paling mendesak dan mengajukannya ke posko utama. Ini penting agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan warga,” ujar Kak Na.
Ia menjelaskan, kebutuhan utama pengungsi saat ini adalah tenda sebagai tempat bernaung. Selain itu, kelambu dan selimut juga sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia, di lokasi pengungsian.
“Kita sudah memasuki minggu ketiga pascabencana. Kondisi kesehatan masyarakat tentu mulai menurun. Petugas posko utama harus bergerak cepat, setiap penyaluran logistik juga harus dibarengi pendataan kebutuhan mendesak agar segera dipenuhi,” tambahnya.
Perjalanan menuju Rumoh Rayeuk dan Bukit Linteung bukanlah perkara mudah. Kak Na dan rombongan berangkat selepas Ashar dan baru tiba di Rumoh Rayeuk usai Maghrib. Jarak yang jauh serta risiko hujan dan banjir susulan sempat membuat tim menyarankan agar kunjungan ditunda.
Namun Kak Na tetap bersikeras. Baginya, wilayah yang sulit dijangkau justru kerap luput dari perhatian. “Kalau kita tidak datang langsung, kita tidak akan tahu kondisi sebenarnya. Biasanya, semakin jauh lokasinya, semakin kurang terperhatikan,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kak Na juga membagikan biskuit kepada anak-anak serta makanan bayi dan balita secara langsung. Kehadirannya disambut antusias, menghadirkan keceriaan di tengah situasi sulit.

Momen yang paling menyentuh hati terjadi saat Kak Na melihat anak-anak di posko pengungsian tetap menggelar pengajian bersama. Dengan penerangan seadanya dan kondisi yang serba terbatas, semangat mereka untuk belajar agama tetap menyala.
“Meski di posko pengungsian dan dalam suasana yang kurang nyaman, anak-anak tetap mengaji bersama. Semangat mereka luar biasa dan sangat mengharukan,” ucap Kak Na.
Kunjungan sejak Selasa siang hingga malam (16/12) tersebut menjadi penguat moral bagi warga bahwa mereka tidak sendiri menghadapi bencana, serta bukti bahwa kepedulian dan kehadiran pemimpin tetap sampai hingga ke pelosok.




















