DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Lampung menggulirkan Gerakan Lampung Menanam (GELAM) dengan menanam pohon durian dan alpukat di Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Minggu (14/12/2025).

Program ini menjadi langkah konkret Golkar Lampung merespons krisis lingkungan dan bencana alam yang melanda Sumatra pada akhir November 2025.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Ir. H. Hanan A. Rozak, MS, menegaskan bahwa GELAM lahir dari kesadaran bahwa bencana ekologis bukan semata peristiwa alam ekstrem, melainkan akibat rusaknya hubungan manusia dengan alam karena eksploitasi hutan yang berlebihan.

Menurut Hanan, hutan-hutan penyangga ekosistem di berbagai wilayah Sumatra, termasuk Lampung, terus menyusut akibat pembalakan dan ekspansi industri. Kondisi tersebut memperparah pemanasan global, meningkatkan emisi karbon, dan memicu banjir serta bencana hidrometeorologi.

“Pohon berperan menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, dan menahan laju air hujan. Ini fungsi dasar yang sering kita abaikan. Karena itu, menanam pohon harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar simbol,” ujar Hanan.

Ia mengajak seluruh kader, simpatisan, serta masyarakat untuk menjadikan GELAM sebagai gerakan berjenjang dari tingkat provinsi hingga desa. Hanan menekankan bahwa Partai Golkar tidak ingin berhenti pada wacana politik lingkungan, melainkan mendorong aksi nyata yang berdampak langsung.

“Pemanasan global terjadi karena karbon dilepas berlebihan. Dengan menarik karbon dari udara melalui penanaman pohon, dampaknya bisa ditekan. Golkar memilih bekerja, bukan hanya berdebat,” tegas Anggota DPR RI tersebut.

Hanan juga mengungkapkan bahwa program GELAM akan terus bergulir ke berbagai daerah. Setelah Kemiling, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Lampung Timur pada 16 Desember 2025 dan Lampung Selatan pada 17 Desember 2025, serta akan diperluas ke kecamatan dan desa-desa lainnya. Golkar Lampung, kata dia, siap membantu penyediaan bibit tanaman produktif.

Pohon yang ditanam di Sumber Rejo terdiri dari jenis durian musang king dan alpukat, yang diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan.

“Pohon ini bermanfaat dari daun hingga buahnya. Jika dirawat, kawasan ini bisa berkembang menjadi sentra buah-buahan,” ujar Hanan.

Kegiatan GELAM di Kemiling dihadiri jajaran pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, fungsionaris, organisasi sayap partai, aparat kewilayahan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Hadir pula Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Lurah Sumber Rejo.

Melalui GELAM, Partai Golkar Lampung menegaskan arah politik hijau sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan ekologis, sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif menghadapi krisis lingkungan.

Penulis: Seno Adji

 Ikuti Berita Insertrakyat.com