MAJENE, INSERTRAKYAT.com — Kordinator Wilayah (Korwil) BEM Nusantara Sulawesi Barat dengan Wilayah Kordinasi Majene terus menyoal polemik penyaluran Bahan Bakar Minyak pada dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mereka pun telah menggelar aksi Demonstrasi di Mapolres Majene, Jln Jendral Sudirman, pada hari Selasa, (14/10/2025).
“Kita sudah gelar Aksi Demonstrasi di Mapolres kemarin, makanya kita tunggu tindak lanjut dari Polri,” kata Ferdy kepada INSERTRAKYAT.com saat dikonfirmasi, Rabu, (15/10/2025) petang.
Jenderal Lapangan, Ferdy atau Koordinator Wilayah BEMNUS Mamasa itu menceritakan bahwa pihaknya melakukan aksi lantaran adanya ketimpangan pada penyaluran BBM bersubsidi pada SPBU Rangsa dan Lembang. Mereka menilai pengawasan nihil sehingga polemik itu berkecamuk dan berbuntut panjang hingga menuai sorotan publik dan masyarakat luas.
Meski begitu Ferdy dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak menyoal penyaluran BBM yang tepat sasaran, seperti nelayan dengan izin atau kendaraan umum.
“Pada intinya, kami menolak praktik ilegal yang menyebabkan antrean panjang dan kerugian bagi masyarakat Majene,” tegasnya. Sejauh ini masih dalam dugaan,” lanjutannya. “Untuk itu Indikasi pada dua SPBU itu perlu ditindaklanjuti oleh Polres Majene,” tandasnya.
Sebelumnya saat aksi demonstrasi berlangsung, BEM Nusantara menuntut agar aparat hukum menindak dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Majene. Aksi ini mengupas esensi dugaan praktik ilegal di SPBU. Menurut mereka hal tersebut berpotensi merugikan Masyarakat Nasional.
Ferdy menyampaikan tiga tuntutan utama aksi demonstrasi tersebut.
1. Aparat Penegak Hukum mengusut tuntas dugaan pelanggaran distribusi BBM, penimbunan, dan penjualan ilegal.
2. Pencopotan SBM Pertamina Sulbar dan Ketua Hiswana Migas Sulbar atas lemahnya pengawasan.
3. Pemutusan Hubungan Usaha atau pencabutan izin operasional SPBU Rangas dan SPBU Lembang Majene, yang diduga melayani pengisian BBM bersubsidi ke jeriken tanpa izin dan melanggar aturan terkait.
Ferdy menegaskan, bahwa saat aksi berlangsung BEM diterima disambut oleh KBO Reskrim, Ahmad, yang menyatakan kepolisian siap memantau dan menindaklanjuti secara hukum bila dugaan penimbunan terbukti.

Menanggapi hal itu, Ferdy menyatakan mahasiswa akan terus mengawasi realisasi janji polisi. “Jika penindakan tidak dilakukan, BEM Nusantara akan kembali menggelar aksi Jilid II dengan massa lebih banyak,” pungkasnya.
Sementara itu pihak masing-masing pihak SPBU masih berlangsung diupayakan untuk dikonfirmasi. Meskipun sebelumnya ada dari pihak-pihak tertentu mengklaim bahwa penyaluran BBM bersubsidi sejauh ini berjalan dengan normal. “Sejauh ini kita pantau juga, semua normal,” tegasnya sambil bersedia dikutip Identitasnya jika dibutuhkan publik.
Pewarta: Rahmat|Editor : Zamroni














