SINJAI INSERTRAKYAT.com – Sekolah Rakyat yang kini menjadi program nasional dan telah beroperasi di Sinjai kontras dengan realita seorang anak yatim piatu bernama Nikita (14) yang terungkap berhenti sekolah setelah sebelumnya sempat menempuh pendidikan di MTs Sabillal Muhtadin kelas 9 (Sembilan).
Babinsa Desa Puncak, Serda Johny, saat dikonfirmasi Insertrakyat.com, pada Selasa malam (30/9/2025) membenarkan bahwa dirinya telah menemui Nikita dengan memastikan informasi yang sebelumnya mencuat.
Nikita diketahui tinggal bersama tantenya di Dusun Safaere, Kampung Boja, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, Ayah dan ibunya telah meninggal, sehingga ia kini [berstatus] yatim piatu. Besar harapan Nikita untuk menempuh pendidikan lebih lanjut. Namun ada beberapa faktor yang membuat dirinya saat ini berhenti sekolah salah satunya adalah keterbatasan ekonomi.
Serda Johny menjelaskan, Nikita sempat bersekolah hingga beberapa bulan lalu, namun kini tidak lagi melanjutkan pendidikan. Kondisi ini menambah keprihatinan warga setempat.
“Sejak kelas 9 dia (Nikita,-red) terpaksa berhenti sekolah karena faktor ekonomi dan ia anak yatim-piatu. Nikita berhenti sekolah baru beberapa bulan lalu,” jelas Serda Johny.
Situasi tersebut menyoroti esensi perhatian berbagai pihak, terutama pemerintah dan lembaga sosial, agar Nikita bisa kembali melanjutkan pendidikan dan mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Nikita ini juga merupakan lulusan sekolah dasar kategori kelas jauh yang terletak di Dusun Boja Desa Puncak.
Pemda Sinjai belum memberikan keterangan resminya. Media masih berupaya melakukan konfirmasi.
Diketahui pula pemda melalui Dinas Pendidikan Sinjai memiliki program yang mengatasi Anak Putus Sekolah secara efektif. ***























