SINJAI — Antrean panjang kendaraan terjadi di senjumlah SPBU di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan sejak awal pekan pasca lebaran 2026. Khusus di SPBU Joalampe Bikeru, Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan, “Anteran” tak kalah meningkat tajam, di sana Kendaraan mengular secara berlawanan arah dari masing – masing jalur anterean di bahu Jalan beberapa hari terakhir. Awal seorang warga mengeluh atas kondisi tersebut. Ia kemudian berharap agar pemerintah dapat memberikan solusioner. Namun, hal Ihwal Awal hingga kini belum diwujudkan oleh Pemerintah baik ditingkat daerah dan maupun Nasional. Padahal “Pemerintah” idealnya berkenan mendengar keluhan Masyarakat, lalu menciptakan solusi secara mantap.

Untuk informasi terbaru, pada pukul 01.30 dini hari banyak masyarakat memilih menunggu pagi di SPBU Joalampe.

Sementara SPBU hanya beroperasi dari pagi hingga malam sekitar pukul 21.00 WITA. Kondisi ini membuat masyarakat dari kalangan sopir terpaksa menunggu hingga operasional kembali dibuka untuk mendapatkan BBM jenis pertalite dan Solar, lebih cepat. Itupun mereka masih terpaksa harus antere bersama ratusan pengguna kendaraan bermotor dan mobil.

Sejumlah sopir terlihat memarkir kendaraan mereka secara teratur di badan jalan. Tidak sedikit yang menyiapkan diri untuk beristirahat di dalam kendaraan mereka. Meskipun terlihat lelah Masyarakat tetap optimistis menunggu pagi di lokasi.

BACA JUGA :  Penyidik JAM PIDSUS Tetapkan dan Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Tata Kelola Minyak Mentah

“Diabbeniang (bermalam, arti bahasa nasional, -red). Supaya besok cepat dapat jatah pengisian BBM, sudah tiga hari berturut-turut anterean di sini meningkat,” kata seorang pria tampan di dekat mobil, sambil bilang namanya Andy.

Adapun di Kabupaten Sinjai, sedikitnya terdapat lima SPBU, masing-masing SPBU Sinjai Timur, SPBU Joalampe, SPBU Lita, SPBU di Jln Persatuan Raya dan SPBU Biringere. Namun demikian belum ada SPBU yang beroperasi 24 jam. Sementara lonjakan penggunaan BBM mulai meningkat seiring arus balik lebaran 2026. Anterean pun berlangsung dinamis di sejumlah SPBU tersebut.

Keluhan masyarakat telah meluap hingga Platform media sosial (medsos) jika ditelusuri pada akun Facebook, Instagram dan Tik tok, beranda didominasi informasi ungkapan Masyarakat terkait dengan sulitnya akses BBM. Video amatir dan foto anterean pun tak sulit ditemukan. Realita pahit itu tak hanya terjadi di wilayah Sinjai Selatan namun telah mewabah secara nasional. Sejauh ini belum ada solusi yang mapan dihadirkan oleh Pemerintah dalam mengatasi masalah yang telah berlangsung lama.

Klaim Bahlil Stok BBM Aman

Secara Nasional Migas dipengaruhi oleh adanya konflik Internasional yang melibatkan perang antara Negara Amerika Serikat, Iran dan Israel. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pernah bertutur bahwa stok BBM dalam kondisi aman untuk waktu 21 – hingga 28 hari. Penuturan Bahlil itu diutarakan ditengah keluhan masyarakat terkait sulitnya akse BBM di SPBU. Masyarakat harus mengantre selama berjam-jam.

BACA JUGA :  Ringkus Budak Narkoba

Bahlil mengklaim pasokan energi dalam negeri tetap terjaga karena distribusi berjalan lancar serta didukung kapasitas pengolahan dari kilang yang ada di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga telah mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan sebagian sumber impor minyak mentah dari wilayah terdampak konflik ke negara lain guna menjaga stabilitas pasokan.

Meski situasi global tengah bergejolak akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

“Meski situasi global turut terdampak, kita patut bersyukur karena ketersediaan BBM di dalam negeri, baik bensin, solar, maupun LPG, saat ini masih terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil saat melakukan sidak di Jawa Tengah, Kamis (26/03/2026).

Kembali di wilayah cakupan Pertamina Patra Niaga Sulawesi, khususnya di Sinjai, anterean terjadi sejak Senin awal pekan. Puncanya mulai molonjak pada hari Rabu.
Polres Sinjai melalui polsek jajaran turun langsung mengatur arus anterean, seperti halnya yang dilakukan oleh Kapolsek Sinjai Timur, Akp Muksin Sirajuddin dan Kanit Reskrim Polsek Sinjai Utara, Iptu Sukandi. Mereka mengatur, memberi imbauan dan menjaga keamanan.

BACA JUGA :  Menteri Bahlil dan Kapolsek Sinjai Timur Pastikan Stok BBM hingga Keamanan Antrean di SPBU, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Siap!

Tidak ada kejadian menonjol sejak sepekan. Meski begitu masyarakat mulai resah atas kondisi tersebut, sebab berpengaruh pada harga BBM di kedai eceran. Informasi langsung diperoleh InsertRakyat.com, terbaru satu botol pertalite seharga Rp15 -20 ribu rupiah. “Mahal karena sulit didapatkan, (Anterean)” tutur penjaga kedai BBM eceran sambil tidak keberatan jika disebut identitasnya, Sabtu malam.

Hingga berlangsung pantauan pada Ahad jelang subuh (29/3/2026), di SPBU Biringere terdapat juga kendaraan roda empat yang menunggu proses pengisian BBM untuk esok hari.

BBM "Bahlil" Makin Sulit Diakses Masyarakat Sinjai, Apa Solusinya?
SPBU yang terletak dekat dengan pasar Sentral Sinjai, Jln Persatuan Raya. (Foto InsertRakyat/28/3/2026).

Sementara sebelumnya pada Sabtu siang hari, di SPBU yang terletak di dekat pasar Sentral Sinjai, Jln Persatuan Raya, pelayanan perlu ditingkatkan. Selain warga mengantre selama berjam – jam, warga juga cemas atas pelayanan yang kurang ramah. “Itu saja kurang ramah, jadi kita cemas, kalau soal anterean saya rasa semua daerah saat ini masyarakat mengantre di SPBU,” ulang seorang pengguna kendaraan bermotor inisial R. Ia merupakan alumni Kampus perguruan tinggi di Kota Makassar.

(Sup/Za/Nur). Dapatkan berita terbaru dan  menarik dengan mengikuti/follow whatsapp channel Insertrakyat.com

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214