SURABAYA, — Suasana berbeda tampak di kawasan operasional PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Dengan mengenakan kostum seragam bertema Ramadhan “Next Star”, para pekerja TPS setiap hari turun langsung membagikan takjil kepada pengemudi truk eksternal dan mitra kerja yang beraktivitas di area terminal.
Program berbagi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang dilaksanakan sepanjang bulan Ramadhan, mulai 19 Februari hingga 20 Maret 2026. Kegiatan berlangsung di area parkir ekspor–impor serta lapangan penumpukan peti kemas di lingkungan operasional TPS.
Setiap hari, TPS menyiapkan sekitar 300 paket takjil untuk dibagikan kepada para pengemudi truk yang sedang menjalankan aktivitas logistik di kawasan pelabuhan. Pembagian dilakukan menjelang waktu berbuka puasa, yakni sekitar pukul 17.30 hingga 18.30 WIB.
Lima orang pekerja TPS secara bergantian turun langsung membagikan paket berbuka puasa tersebut kepada para sopir truk yang masih berada di area terminal.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap para pengemudi truk eksternal yang memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai distribusi logistik di pelabuhan.
“Pengemudi truk eksternal memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kelancaran operasional di terminal petikemas. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin menunjukkan perhatian dan kepedulian TPS kepada mereka yang tetap bekerja menjelang waktu berbuka puasa,” ujar Erika kepada Refit, Jurnalis InsertRakyat.com, Ahad (15/3).
Erika menegaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun budaya pelayanan (service mindset) di lingkungan perusahaan sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan para pelanggan operasional TPS.
Tak hanya itu, ulang Erika, program tersebut berorientasi pada kegiatan sosial, sekaligus juga menjadi bagian dari upaya membangun engagement pekerja dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap pekerja TPS semakin terlibat dalam program TJSL perusahaan, sekaligus memperkuat semangat melayani kepada para pelanggan,” tegasnya.
Dalam operasionalnya, pengemudi truk merupakan salah satu dari empat kelompok pelanggan utama TPS. Selain perusahaan trucking, kelompok pelanggan lain yang terlibat dalam aktivitas terminal antara lain perusahaan pelayaran (shipping lines), perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) atau forwarder, serta pemilik barang (cargo owner).
Data operasional TPS mencatat terdapat sekitar 572 perusahaan trucking yang terdaftar sebagai pelanggan aktif terminal.
Setiap harinya, sekitar 3.000 truk keluar masuk kawasan TPS untuk mengangkut peti kemas. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.600 truk membawa peti kemas impor untuk proses distribusi (delivery), sedangkan 1.400 truk lainnya membawa peti kemas ekspor yang akan diberangkatkan melalui jalur pelayaran internasional (receiving).
Tingginya mobilitas kendaraan logistik tersebut menjadikan pelayanan kepada pengemudi truk sebagai salah satu fokus utama dalam strategi layanan prima (service excellence) TPS.
Lengkapnya, TPS berharap hubungan kemitraan antara perusahaan, pengemudi truk, serta pelaku logistik di pelabuhan dapat terus terjalin dengan baik, sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan di tengah aktivitas distribusi yang tetap berjalan selama bulan suci.
(Refit/Zam)




















