JAKARTA, – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera merilis capaian pembersihan lumpur di sekitar 445 titik terdampak banjir dan longsor dengan progres mencapai 84 persen hingga 28 Maret 2026. Rilis resmi disampaikan oleh Kapuspen Kemendagri, Benni Irwan kepada Insertrakyat.com Sabtu malam.

Pembersihan lumpur tersebar di tiga provinsi, mulai Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Satgas menargetkan percepatan pemulihan fasilitas publik dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

Satgas mencatat di Provinsi Aceh sebanyak 396 dari 476 lokasi telah dibersihkan, sementara 80 lokasi masih dalam proses. Satgas juga mencatat di Sumatera Utara sebanyak 20 dari 24 lokasi telah tuntas dibersihkan.

BACA JUGA :  Presiden Wakafkan 70.000 Al-Qur'an untuk Korban Bencana di Sumatera

Satgas memastikan pembersihan lumpur di Sumatera Barat telah selesai 100 persen dengan total 29 lokasi terdampak telah ditangani.

Untuk progres rehabilitasi lahan sawah di tiga provinsi mencapai 991 hektare dari total 42.702 hektare yang menjadi target. Satgas menyebut sebanyak 5.333 hektare lahan masih dalam proses penanganan.

Satgas merinci rehabilitasi sawah di Aceh mencapai 42 hektare dari target 31.464 hektare. Satgas juga mencatat di Sumatera Utara telah terehabilitasi 170 hektare dari target 7.336 hektare.

BACA JUGA :  Tito Karnavian Sebut Pembangunan Sumur Bor dan MCK Pascabencana Sumatera Masih Tertinggal

Khusus di Sumatera Barat capaian rehabilitasi sawah mencapai 779 hektare dari target 3.902 hektare.

Kendati demikian, Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan pembersihan lumpur menjadi fokus utama pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana. Menurut Mendagri Tito yang sudah diselesaikan di Sumatera total capaian sekitar 84 persen.

“Target pembersihan tersisa 16 persen lagi,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden. “Percepatan pembersihan lumpur dan rehabilitasi sawah menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan pangan serta mempercepat pemulihan ekonomi warga terdampak bencana,” ulang Tito.

BACA JUGA :  Ketua Satgas PRR Berjanji dan Menepati, Sumut dan Sumbar Kini Nol Pengungsi di Tenda

“Normalisasi sungai juga terus dilakukan di wilayah terdampak, untuk mencegah banjir susulan serta mendukung sistem irigasi bagi lahan pertanian dan tambak masyarakat,” Kunci Tito.

Dapatkan berita terbaru dengan mengikuti Whatsapp channel Insertrakyat.com 

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214