SINJAI, INSERTRAKYAT.com – Tim Resmob Satreskrim Polres Sinjai telah melakukan penyelidikan terkait maraknya kasus pencurian ternak (curnak) jenis sapi di wilayah Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai.

Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman melalui Kasi Humas Polres Sinjai, Agus Santoso, mengemukakan bahwa, penyelidikan intensif dilakukan sejak Sabtu malam, 28 Maret 2026.

“Unit Resmob Polres Sinjai pada Sabtu sekitar pukul 23.00 WITA telah melakukan penyelidikan di Dusun Tippulue, Desa Lembang Lohe, Kecamatan Tellulimpoe,” kata Iptu Agus Santoso dalam keterangannya kepada InsertRakyat.com, Ahad (29/3/2026) pukul 10.11 Wita.

Iptu Agus menjelaskan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut.

BACA JUGA :  TNI, DPR, Warga, dan Pemerintah Kecamatan Sinjai Borong Gelar Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

“Tim Resmob Satreskrim Polres Sinjai masih intens melakukan penyelidikan. Kami juga imbaua kepada masyarakat apabila memiliki informasi terkait pencurian ternak agar memberi informasi,” jelas Agus.

Iptu Agus berharap kasus ini dapat segera terungkap dalam waktu dekat. “Insya Allah mudah-mudahan dalam waktu dekat akan terungkap,” harapnya.

“Dalam proses penyelidikan, pihak Resmob juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat TNI/Babinsa, Anggota DPRD Sinjai, tokoh masyarakat, serta korban pencurian,” kunci Iptu Agus.

Diberitakan sebelumnya oleh InsertRakyat.com, Anggota DPRD Sinjai, Saldi, mengungkap informasi adanya pola berulang dalam kasus pencurian sapi di wilayah Kecamatan Tellulimpoe.

Saldi turun langsung menemui korban sejak Sabtu hingga Ahad dini hari (29/3/2026) dengan metode door to door untuk menyerap aspirasi masyarakat.

BACA JUGA :  Kronologi Dugaan Rudapaksa Anak Kandung di Kabupaten Sinjai

“Warga mengaku sapi mereka hilang setelah didatangi orang yang meminta uang,” ungkap Saldi.

Salah satu korban, Rasyid, disebut pernah mendapatkan kembali sapinya setelah membayar Rp5 juta. Namun, dalam kejadian lain, saat menolak memberikan Rp300 ribu, sapinya kembali hilang beberapa hari kemudian.

Kasus serupa juga dialami warga lain, seperti Kufe yang kehilangan dua ekor sapi, serta korban lain yang mengalami kerugian hingga jutaan rupiah dengan modus janji pengembalian sapi yang tidak terealisasi.

“Empat korban semua menyebut nama yang sama,” kata Saldi dalam keterangannya kepada InsertRakyat.com, Ahad dini hari.

BACA JUGA :  Resmob Sinjai Berhasil Cegah Tawuran, Bekuk 24 Remaja, Sajam dan Sabu Ikut Disita

Saldi juga mengungkap kasus terbaru yang menimpa warga bernama Amin Naida. Dua ekor sapinya dilaporkan hilang pada Rabu sekitar pukul 10.00 WITA di Kelurahan Mannanti, Kecamatan Tellulimpoe.

Menurutnya, kejadian ini menunjukkan bahwa pencurian ternak tidak hanya terjadi pada malam hari, tetapi juga sudah berani dilakukan pada siang hari.

“Ini harus segera ditindak. Kasusnya sudah berulang dan semakin terang-terangan,” tegasnya.

Maraknya kasus kehilangan sapi dalam beberapa waktu terakhir membuat warga merasa tidak aman, mengingat ternak merupakan sumber penghidupan utama mereka. Sejumlah korban telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Dapatkan berita terbaru melalui Whatsapp channel InsertRakyat.com

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214