JAKARTA, — Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Azhar Sidiq mendesak aparat penegak hukum segera menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

Azhar meminta aparat penegak hukum mengungkap pelaku di lapangan sekaligus aktor intelektual di balik serangan tersebut.

“Peristiwa ini adalah tindakan kriminal yang mencederai nilai kemanusiaan dan demokrasi. Aparat penegak hukum harus segera menangkap pelaku di lapangan sekaligus mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut,” tegas Azhar.

Azhar menilai penyiraman air keras terhadap aktivis pembela hak asasi manusia merupakan bentuk kekerasan serius yang dapat mengancam ruang demokrasi.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS: PERMAHI Buka Diplomasi Mahasiswa Hukum ke Panggung Dunia

Azhar menyatakan negara berkewajiban menjamin keamanan setiap warga negara, termasuk para aktivis yang selama ini menyuarakan isu hak asasi manusia.

“Tidak boleh ada ruang bagi intimidasi ataupun teror terhadap aktivis. Penegakan hukum yang tegas dan transparan menjadi kunci agar keadilan dapat ditegakkan,” ujarnya.

Azhar juga menyampaikan proses hukum terhadap kasus tersebut perlu berjalan terbuka dan akuntabel.

“Kita yakin dan percaya ketika Komisi III DPR RI mengawal maka proses hukum akan berjalan terang benderang sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis malam (12/3/2026) setelah korban mengikuti kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

BACA JUGA :  Tersangka Kasus Dugaan Gratifikasi Dikabarkan Bolak-Balik Ajukan Praperadilan di PN Jaksel

Pelaku mendekati korban saat perjalanan pulang kemudian menyiramkan cairan berbahaya yang menyebabkan korban mengalami luka bakar kimia sekitar 24 persen dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan adanya informasi yang beredar di media sosial terkait wajah pelaku yang disebut berasal dari rekaman CCTV.

Budi menjelaskan gambar tersebut diduga merupakan hasil rekayasa teknologi artificial intelligence (AI) yang berpotensi menyesatkan proses penyelidikan.

BACA JUGA :  PERMAHI Gorontalo Adukan Dugaan Mandeknya Kasus Korupsi BKAD Gorut ke Komisi Kejaksaan RI

“Kami juga menyampaikan bahwa ada perkembangan di lapangan, termasuk di medsos adanya foto hasil screenshot CCTV dua orang yang tergambarkan,” kata Budi dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).

“Kita yakini bahwa itu merupakan hasil dari AI, dan ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan,” tambahnya.

Azhar menegaskan aparat penegak hukum perlu bertindak cepat dan profesional untuk mengungkap pelaku serta pihak yang berada di balik serangan tersebut.

“PERMAHI mendorong aparat penegak hukum bertindak cepat, profesional, dan transparan agar pelaku serta pihak yang berada di balik aksi ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya.

 Ikuti Berita Insertrakyat.com