JAKARTA,– Penelitian Princeton University bersama Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan media sosial berdampak buruk terhadap kesehatan mental. Penghentian penggunaan media sosial terbukti meningkatkan kondisi mental pengguna.
Peneliti Princeton University, Nicholas Kuipers, menyatakan penghentian penggunaan media sosial meningkatkan kesehatan mental secara signifikan. Dampak positif lebih besar terjadi pada responden yang berhenti menggunakan media sosial bersama seluruh anggota rumah tangga.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan penelitian ini menggunakan metode eksperimen terhadap pengguna media sosial di 30 ibu kota provinsi di Indonesia.
Penelitian melibatkan 1.502 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode stratified multistage random sampling. Responden mengikuti dua kali wawancara online dalam bentuk panel.
Wawancara pertama dilakukan saat responden menggunakan media sosial seperti biasa. Setelah itu peneliti membagi responden ke dalam tiga kelompok.
Kelompok pertama diminta menghentikan penggunaan media sosial selama satu bulan. Kelompok kedua diminta berhenti menggunakan media sosial bersama seluruh anggota rumah tangga. Kelompok ketiga tetap menggunakan media sosial seperti biasa sebagai kelompok kontrol.
Wawancara pertama berlangsung pada 17 November–15 Desember 2025. Wawancara kedua berlangsung pada 16 Desember 2025–14 Januari 2026.
Penelitian mengukur beberapa indikator kesehatan mental. Indikator tersebut meliputi afeksi, kepuasan hidup, kecemasan, depresi, dan kualitas tidur.
“Hasil penelitian menunjukkan kondisi kesehatan mental responden yang berhenti menggunakan media sosial selama satu bulan membaik dibanding kelompok yang tetap menggunakan media sosial,” Jelas Deny Irvani melaui keterangan tertulis yang dirilis oleh perwakilan, Irwan, — InsertRakyat.com, Selasa (17/3/2026).
“Penelitian ini dibiayai oleh Princeton University, ” tandanya.
(Irw/Zam)










