SINJAI, — Saat ini Wilayah Hukum Polres Sinjai khususnya lini aparat keamanan atau kepolisian di Pimpin oleh Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rahkman. Ahad (29/3/2026). Wilayah Hukum Polres Sinjai meliput 9 wilayah kecamatan termasuk Kecamatan Tellulimpoe yang kini sebagian warganya sedang dilanda keresahan terkait dengan kasus dugaan pencurian ternak sapi.
Sebelumya, Aktivis Mahasiswa, Isyal Aprisal mengatakan kasus pencurian ternak di Desa Lembang Lohe, khususnya Dusun Tippulue, Kecamatan Tellulimpoe baru – baru terjadi. Menurut dia dalam beberapa waktu terakhir, warga melaporkan puluhan ekor sapi hilang secara misterius.
Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi, kata Isyal menjelaskan. Ia bilang bahwa, warga kasus serupa telah berulang di Tellulimpoe, namun belum ada pengungkapan secara tuntas oleh kepolisian terhadap pelaku.
Hilangnya sapi dalam jumlah besar menjadi fakta paling menonjol. Kejadian ini berdampak langsung pada peternak yang menggantungkan hidup dari ternak mereka.
Kondisi tersebut membuat warga merasa tidak aman. Para peternak kini khawatir meninggalkan sapi mereka, baik di kandang maupun di area penggembalaan.
Warga menilai penanganan kasus ini belum maksimal. Mereka mendesak Polsek Tellu Limpoe di bawah Polres Sinjai untuk segera melakukan langkah tegas.
“Kasus ini sudah berulang dan belum tuntas. Kami butuh tindakan tegas dari aparat, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” Kata Isyal kepada Insertrakyat.com, Sabtu (28/3/2026) malam.
Masyarakat berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus ini secara tuntas. Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rahkman dan Kasi Humas Iptu Agus Santoso belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal ihwal masyarakat.
Kendati demikian, sebelumnya pada siang hari, Anggota DPRD Sinjai dari Fraksi PKB, Saldi telah menyikapi persoalan tersebut. Ia menyambangi korban pencurian ternak sapi di Desa Lembang Lohe. Di sana Saldi menyerap keluhan masyarakat. (Red).

















