Penulis: Rifqi Maulana
Editor : Zamroni
Kategori : Viral/News
ACEH UTARA, INSERTRAKYA.com – Ketua Pemuda Pancasila (PP) Aceh Utara, Ali Quba, menyatakan dukungan tegas kepada Kapolres Aceh Utara terkait beredarnya isu fitnah di media sosial yang menyerang integritas pimpinan kepolisian tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah hasil pemeriksaan internal kepolisian menyatakan bahwa puluhan tuduhan yang beredar tidak terbukti.
Ali Quba menjelaskan, Kapolres Aceh Utara sebelumnya telah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh Paminal Polda Aceh dan Irwasda. Pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul adanya 33 poin tuduhan yang disebarkan oleh akun anonim di media sosial. Namun, hasil pemeriksaan justru menunjukkan bahwa seluruh tudingan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Ia menilai narasi yang disebarkan oleh akun bernama “Haba Aceh” mengarah pada upaya pembentukan opini yang tidak objektif. Menurutnya, pola penyebaran informasi tersebut mengindikasikan adanya kepentingan tertentu di baliknya.
“Jika melihat polanya, ada dugaan motif ketidaksukaan terhadap kinerja Kapolres. Cara yang digunakan juga tidak mencerminkan sikap bertanggung jawab,” ujar Ali Quba, Kamis (26/3/2026).
Lebih lanjut, Ali Quba menyampaikan bahwa langkah Kapolres dalam memberikan klarifikasi secara terbuka kepada media merupakan bentuk transparansi yang patut diapresiasi. Ia menilai penjelasan tersebut sudah cukup untuk meredam berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, menjaga kondusivitas daerah menjadi tanggung jawab bersama, termasuk dengan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.
Selain itu, Ali Quba berharap polemik yang berkembang dapat segera berakhir sehingga Polres Aceh Utara dapat kembali fokus menjalankan tugas utama, yakni penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mendesak pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus tersebut dengan mengungkap identitas pihak di balik akun anonim yang menyebarkan isu fitnah. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan efek jera serta mencegah kejadian serupa terulang.
“Pengungkapan aktor di balik penyebaran informasi ini penting agar ada kejelasan dan tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari,” tegasnya.










