KONDISI Infrastruktur Jalan poros Gowa–Malino–Sinjai tepatnya ruas Kanreapie kembali menjadi sorotan Mahasiswa dan warga. Infrastruktur yang menjadi jalur utama mobilitas dan ekonomi masyarakat itu dilaporkan rusak berat hingga puluhan tahun tanpa perbaikan permanen. Warga menilai kerusakan ini semakin parah akibat minimnya perawatan serta buruknya sistem drainase.

Jalan poros provinsi tersebut merupakan akses utama menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, pasar, dan jalur distribusi komoditas. Namun, lubang besar, permukaan bergelombang, serta genangan air saat hujan membuat perjalanan warga terganggu. Selain menurunkan kenyamanan, kerusakan itu juga meningkatkan risiko kecelakaan. Beberapa insiden pengendara terjatuh akibat menghindari lubang telah disaksikan warga setempat.

BACA JUGA :  Kapolri Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan hingga Dukung Program Pemerintah

Kerusakan jalan ini berdampak langsung pada ekonomi lokal. Aktivitas perdagangan melambat, distribusi barang terhambat, dan biaya operasional pelaku usaha meningkat. Warga menyebut kerugian material terus terjadi akibat kondisi jalan yang tak kunjung dibenahi.

Masyarakat mendesak Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo dan Gubernur Sulawesi Selatan untuk memusatkan perhatian, sehingga ada perbaikan jalan di sana.

Selain itu, masyarakat menuntut adanya tindak lanjut cepat berupa perbaikan darurat, disertai pemeliharaan rutin agar kerusakan tidak kembali terulang.

BACA JUGA :  Talud Proyek PUPR Sinjai Ambruk, Beton Rapuh Diremuk Tangan, Masyarakat Minta APH Usut!

Warga berharap pemerintah merespons keluhan tersebut, demi keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas ekonomi masyarakat di wilayah Gowa–Malino–Sinjai. “Kita sangat berharap agar ada perhatian kementerian PU dan Gubernur Sulawesi Selatan,” kata Cindy panggilan akrab seorang Mahasiswa yang kerap mengakses jalan tersebut.

Sindy bilang, Kementerian PU dan Dinas PU di Daerah mesti peka terhadap infrastruktur tersebut. “Pemerintah melalui kementerian dan Dinas PU seharusnya peka, jalan rusak sudah puluhan tahun,” ungkap Sindy kepada InsertRakyat.com Sabtu, (22/11/2025) sore.

BACA JUGA :  Sejarah Baru di Bulan Agustus: Pemda Sinjai Kibarkan Bendera "Robek"

Menteri PU Dody Hanggodo belum memberikan tanggapan konfirmasi demikian pula Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Mengapa disebut jalan Menteri Dody, sebab, pusat kewenangan penuh pada perbaikan infrastruktur jalan berada didalam genggaman Kementerian yang kini dipimpin oleh Mas Dody. Bahkan ada Inpres tahun 2023 dan 2025 yang memerintahkan kepada instansi terkait untuk merealisasikan program nasional pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah atau IJD.

Ikuti Saluran WhatsApp dan temukan berita menarik lainnya di INSERTRAKYAT.COM.

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214